KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Patra Niaga menjamin pasokan bahan bakar penerbangan atau avtur dalam kondisi aman di tengah fluktuasi harga energi global. Anak usaha PT Pertamina ini memastikan baik dari sisi ketahanan stok maupun kapasitas produksi dalam negeri masih mencukupi untuk kebutuhan maskapai.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menyatakan bahwa masyarakat maupun industri penerbangan tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan bahan bakar tersebut.
Baca Juga: Harga Pertamina Dex Melonjak, Gaikindo: Bisa Berdampak ke Penjualan Mobil Diesel "Kondisinya aman kalau untuk avtur dari stok dan produksi," ujarnya kepada Kontan, Kamis (7/5/2026). Di sisi lain, Pertamina juga tengah menyeriusi pengembangan bahan bakar ramah lingkungan melalui pemanfaatan minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) menjadi bioavtur. Adapun proses ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung transisi energi hijau di sektor aviasi. Terkait teknis produksinya, Roberth menyebutkan bahwa langkah awal yang dilakukan adalah penguatan rantai pasok bahan baku sebelum masuk ke proses pengolahan di kilang. "Kalau jelantah konsepnya dikumpulkan dulu dari UCO baru dikilangkan," pungkasnya. Sayangnya, Roberth tak menyebutkan lebih lanjut berapa besar stok maupun produksi avtur dan bioavtur saat ini. Kenaikan Harga Avtur periode 1 sampai 31 Mei 2026 Berdasarkan data yang dihimpun dari laman resmi Pertamina One Solution pada Kamis (7/5/2026), kenaikan signifikan terpantau di gerbang utama udara Indonesia. Di Bandara Soekarno-Hatta (CGK), harga avtur untuk penerbangan domestik naik menjadi Rp 27.357 per liter dari periode sebelumnya sebesar Rp 23.551 per liter. Sementara untuk penerbangan internasional, harganya terkerek dari 142,3 UScents per liter menjadi 162,9 UScents per liter.
Baca Juga: Laba Bersih Samudera (SMDR) Turun 35% pada Kuartal I-2026, Ini Penyebabnya Tren serupa terjadi di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (DPS). Harga avtur untuk penerbangan domestik dipatok naik menjadi Rp 29.149 per liter dari sebelumnya Rp 25.343 per liter. Adapun untuk harga avtur penerbangan internasional di Bali merangkak naik dari 152,9 UScents per liter menjadi 173,4 UScents per liter.
Di Bandara Ahmad Yani Semarang (SRG), harga domestik naik menjadi Rp 29.116 per liter dan internasional menjadi 173,2 UScents per liter. Sementara di Bandara Juanda Surabaya (SUB) harga domestik kini dibanderol Rp 28.938 per liter dan avtur internasional ditetapkan sebesar 172,2 UScents per liter. Berikutnya Bandara Kertajati (KJT) turut menyesuaikan tarif. Harga avtur untuk penerbangan domestik di sana meningkat dari Rp 23.551 per liter menjadi Rp 27.357,54 per liter, sedangkan untuk penerbangan internasional naik dari 143 UScents per liter menjadi 162,9 UScents per liter. Di bandara luar kawasan Jawa-Bali juga turut terkerek, mulai dari Batam (BTH), Banda Aceh (BTC), Gorontalo (GTO), Kendari (KDI), Kupang (KOE), hingga Samarinda (AAP). Penyesuaian harga periodik ini mengikuti dinamika harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News