Harga Avtur Naik Signifikan, Bahlil Bilang Begini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga bahan bakar pesawat atau avtur di Indonesia masih tergolong kompetitif meski mengalami kenaikan mengikuti dinamika pasar global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, penetapan harga avtur tidak lepas dari mekanisme pasar internasional, mengingat Indonesia juga melayani kebutuhan pengisian bahan bakar bagi penerbangan internasional.

“Harga avtur memang ini adalah harga pasar, dan otomatis karena ini juga melayani pengisian avtur global, pesawat-pesawat dari luar negeri yang masuk, maka mekanisme yang terjadi adalah mekanisme pasar,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Senin (6/4/2026).


Ia mengakui bahwa telah terjadi penyesuaian harga avtur oleh PT Pertamina (Persero). Namun demikian, jika dibandingkan dengan negara lain, khususnya di kawasan regional, harga avtur di Indonesia dinilai masih lebih bersaing.

Baca Juga: Transformasi Pupuk Indonesia Perkuat Pasokan Domestik dan Buka Peluang Ekspor Global

“Memang ada kenaikan dari Pertamina, tetapi kenaikan itu dibandingkan dengan harga avtur di negara lain, khususnya tetangga, kita masih jauh lebih kompetitif,” kata Bahlil.

Sebelumnya, lonjakan harga bahan bakar pesawat alias avtur dipicu oleh memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan energi global. Kondisi ini mendorong kenaikan harga avtur secara tajam, baik di pasar domestik maupun internasional, sehingga memberikan tekanan besar terhadap industri penerbangan.

Mengutip data Pertamina, harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta (CGK) pada 1 April 2026 mencapai Rp 23.551 per liter atau melonjak 72,4 persen dibandingkan Maret yang sebesar Rp 13.656 per liter.

Sementara itu, harga internasional naik 80,3 persen dari 0,7 dollar AS per liter menjadi 1,338 dollar AS per liter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News