Harga Avtur Turun 10%, Dampak Penurunan Harga Minyak Mentah Dunia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan harga bahan bakar pesawat atau avtur di sejumlah bandara domestik untuk periode 1-30 Juni 2026 dinilai wajar oleh para pengamat sektor energi nasional. 

Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) menyebut kebijakan penyesuaian harga komoditas non-subsidi ini murni mengikuti mekanisme pasar.

Sekretaris Jenderal IATMI, Hadi Ismoyo menjelaskan bahwa pergerakan harga minyak mentah global (crude) menjadi faktor paling dominan dalam memicu penurunan harga avtur saat ini. Menurut perhitungannya, tren penurunan pada harga minyak mentah dunia tersebut langsung direspons secara adil oleh badan usaha penyedia bahan bakar aviation.


Baca Juga: Ini Daftar Harga Mineral Logam Acuan (HMA) di Periode Pertama Juni 2026

"Pada sebulan terakhir (harga crude) sudah mulai turun dari US$ 110/bbl menjadi sekitar US$ 95/bbl. Sudah menurun sekitar 14%. Dan harga Avtur turun sekitar 10%. Artinya walau tidak tepat persis, trend-nya crude turun, avtur turun, cukup adil. Menurut saya yang dominan mempengaruhi harga avtur yang pergerakan harga crude," ujarnya kepada Kontan, Selasa (2/6/2026).

Hadi mengungkapkan, fluktuasi komoditas global ini masih akan terus berlanjut ke depan tergantung pada situasi geopolitik internasional. 

"Avtur bukan jenis BBM subsidi jadi mekanismenya diserahkan pasar. Adalah wajar jika mengikuti harga crude dunia. Dan pergerakan ini sangat tergantung sekali dengan dinamika perundingan Iran vs USA," ungkapnya.

Meski demikian, Hadi memberikan catatan agar para konsumen dan masyarakat mulai terbiasa dengan skema naik-turunnya harga bahan bakar penerbangan ini. 

Dia bilang, dinamika harga komoditas non-subsidi dipastikan akan selalu bergerak sejalan dengan realitas pasar energi global yang sangat fluktuatif dari waktu ke waktu.

"Catatan berikutnya bahwa BBM subsidi itu jumlahnya 80% dari total kebutuhan nasional 90 juta KL Per Tahun dan sampai saat ini Pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi. Artinya masyarakat harus melihat sebuah tekad Pemerintah/Pertamina yang kuat agar masyarakat masih menikmati harga subsidi yang terjangkau," pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan laman resmi Pertamina One Solution pada Selasa (2/6/2026), harga avtur pada periode 1 sampai 30 Juni 2026 di sejumlah bandara di tanah air sebagai berikut:

Baca Juga: Harga Batubara Acuan Kompak Naik, Batubara Kalori Tinggi Tembus US$ 121,83

Di Bandara Soekarno-Hatta (CGK), harga avtur untuk penerbangan domestik turun menjadi Rp 24.697 per liter dari periode sebelumnya sebesar Rp 27.357 per liter. Sementara untuk penerbangan internasional, harganya juga merosot dari 162,9 UScents per liter menjadi 141,7 UScents.

Penurunan juga terjadi di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (DPS). Harga avtur untuk penerbangan domestik dipatok menjadi Rp 26.133 per liter dari Rp 29.149 per liter. Adapun untuk harga avtur penerbangan internasional di Bali ikut turut dari 173,4 UScents per liter menjadi 149,9 UScents.

Di Bandara Ahmad Yani Semarang (SRG), harga domestik turun menjadi Rp 26.099 per liter dari sebelumnya Rp 29.116 per liter dan internasional menjadi 149,8 UScents dari 173,2 UScents per liter.

Sementara di Bandara Juanda Surabaya (SUB) harga domestik kini dibanderol Rp 25.966 per liter dari sebelumnya Rp 28.938 per liter dan avtur internasional ditetapkan sebesar 149 UScents dari sebelumnya 172,2 UScents per liter. 

Berikutnya Bandara Kertajati (KJT) turut menyesuaikan tarif. Harga avtur untuk penerbangan domestik sebesar Rp 24.697 per liter dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 27.357,54 per liter. Sedangkan untuk penerbangan internasional menjadi 141,7 UScents dari sebelumnya 143 162,9 UScents per liter.

Sementara itu, di Bandara International Kualanamu (KNO) harga avtur domestik dibanderol Rp 25.699 per liter dari sebelumnya Rp 28.626 per liter. Sedangkan penerbangan internasional menjadi 147,5 UScenst dari 170,4 UScents.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News