JAKARTA. PT Pertamina (Persero) menurunkan harga avtur yang menjadi bahan bakar pesawat terbang sebesar 4,5% menjadi Rp 4.702 per liter menjadi Rp 4.500 per liter. Harga ini berlaku di Bandara Soekarno Hatta sejak awal Desember lalu.Juru Bicara Pertamina Anang Rizkani Noor menyebut penurunan harga avtur yang dilakukan perseroan tidak serta merta terkait langsung dengan merosotnya harga minyak mentah dunia. Tetapi terkait dengan harga kerosene yang menjadi bahan baku avtur."Selain dipengaruhi harga kerosene, harga jual avtur juga dipengaruhi kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Jadi tidak ekuivalen dengan crude secara langsung," ujar Anang, Jum'at (5/12). Harga publikasi kerosene yang dimaksud adalah yang diterbitkan oleh Platts Singapura yang menjadi acuan Pertamina.
Harga Avtur Turun karena Pengaruh Kerosene
JAKARTA. PT Pertamina (Persero) menurunkan harga avtur yang menjadi bahan bakar pesawat terbang sebesar 4,5% menjadi Rp 4.702 per liter menjadi Rp 4.500 per liter. Harga ini berlaku di Bandara Soekarno Hatta sejak awal Desember lalu.Juru Bicara Pertamina Anang Rizkani Noor menyebut penurunan harga avtur yang dilakukan perseroan tidak serta merta terkait langsung dengan merosotnya harga minyak mentah dunia. Tetapi terkait dengan harga kerosene yang menjadi bahan baku avtur."Selain dipengaruhi harga kerosene, harga jual avtur juga dipengaruhi kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Jadi tidak ekuivalen dengan crude secara langsung," ujar Anang, Jum'at (5/12). Harga publikasi kerosene yang dimaksud adalah yang diterbitkan oleh Platts Singapura yang menjadi acuan Pertamina.