KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga ayam hidup (livebird) di sejumlah sentra produksi mengalami tekanan usai Lebaran. Penurunan ini terutama terjadi di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, dengan harga mendekati bahkan berada di bawah biaya produksi peternak. Menurut Kementerian Pertanian, pelemahan harga tersebut tidak terlepas dari pola konsumsi dan produksi yang bersifat musiman. Konsumsi ayam hidup biasanya meningkat menjelang Lebaran hingga hari H seiring meningkatnya mobilitas dan aktivitas masyarakat. “Terjadi peningkatan konsumsi ayam hidup sekitar satu minggu menjelang Lebaran hingga hari H, seiring tingginya aktivitas masyarakat dan arus mudik di wilayah tersebut. Kondisi ini pada umumnya telah diprediksi oleh pelaku usaha, sehingga pada 1–2 bulan sebelumnya banyak peternak melakukan peningkatan chick in untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” jelas perwakilan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian kepada Kontan, Minggu (12/4).
Harga Ayam Hidup Anjlok Usai Lebaran, Produksi Melimpah dan Serapan Melemah
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga ayam hidup (livebird) di sejumlah sentra produksi mengalami tekanan usai Lebaran. Penurunan ini terutama terjadi di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, dengan harga mendekati bahkan berada di bawah biaya produksi peternak. Menurut Kementerian Pertanian, pelemahan harga tersebut tidak terlepas dari pola konsumsi dan produksi yang bersifat musiman. Konsumsi ayam hidup biasanya meningkat menjelang Lebaran hingga hari H seiring meningkatnya mobilitas dan aktivitas masyarakat. “Terjadi peningkatan konsumsi ayam hidup sekitar satu minggu menjelang Lebaran hingga hari H, seiring tingginya aktivitas masyarakat dan arus mudik di wilayah tersebut. Kondisi ini pada umumnya telah diprediksi oleh pelaku usaha, sehingga pada 1–2 bulan sebelumnya banyak peternak melakukan peningkatan chick in untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” jelas perwakilan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian kepada Kontan, Minggu (12/4).