KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Lonjakan harga energi global akibat konflik di Timur Tengah mulai menekan kinerja sektor penerbangan. Qantas Airways Ltd. mengungkapkan biaya bahan bakar yang meroket memaksanya menyesuaikan strategi operasional, termasuk memangkas kapasitas penerbangan domestik. Dalam pernyataan resminya yang dikutip Bloomberg (14/4), Qantas menyebut harga bahan bakar jet telah melonjak lebih dari dua kali lipat sejak proyeksi terakhir pada akhir Februari, tepat sebelum konflik Iran pecah. Meski sekitar 90% kebutuhan bahan bakar paruh kedua telah dilindung nilai (hedging), perusahaan tetap terpapar kenaikan margin pemurnian bahan bakar jet yang melesat tajam. Margin tersebut naik dari sekitar US$ 20 per barel pada Februari menjadi sekitar US$ 120 pada puncaknya. Kenaikan ini membuat tagihan bahan bakar Qantas untuk paruh kedua tahun ini diperkirakan membengkak menjadi A$ 3,1 miliar hingga A$ 3,3 miliar, lebih tinggi dari estimasi sebelumnya sebesar A$ 2,5 miliar.
Harga Bahan Bakar Meroket, Qantas Pangkas Rute Domestik
KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Lonjakan harga energi global akibat konflik di Timur Tengah mulai menekan kinerja sektor penerbangan. Qantas Airways Ltd. mengungkapkan biaya bahan bakar yang meroket memaksanya menyesuaikan strategi operasional, termasuk memangkas kapasitas penerbangan domestik. Dalam pernyataan resminya yang dikutip Bloomberg (14/4), Qantas menyebut harga bahan bakar jet telah melonjak lebih dari dua kali lipat sejak proyeksi terakhir pada akhir Februari, tepat sebelum konflik Iran pecah. Meski sekitar 90% kebutuhan bahan bakar paruh kedua telah dilindung nilai (hedging), perusahaan tetap terpapar kenaikan margin pemurnian bahan bakar jet yang melesat tajam. Margin tersebut naik dari sekitar US$ 20 per barel pada Februari menjadi sekitar US$ 120 pada puncaknya. Kenaikan ini membuat tagihan bahan bakar Qantas untuk paruh kedua tahun ini diperkirakan membengkak menjadi A$ 3,1 miliar hingga A$ 3,3 miliar, lebih tinggi dari estimasi sebelumnya sebesar A$ 2,5 miliar.
TAG: