JAKARTA. Memasuki tahun 2011, industri kemasan langsung disambut oleh peningkatan harga bahan baku plastik. Selama bulan Januari ini saja, harga etilena atau polyethylene (PE) sudah menyentuh harga US$ 1.200 per ton dan propilena atau polypropylene (PP) mencapai US$ 1.450 per ton. Menurut Henky Wibawa, Ketua Umum Federasi Pengemasan Indonesia (FPI), harga ini sudah terkerek 5% dari awal tahun. Padahal, selama tahun 2010, harga bahan baku tersebut sudah meroket sampai 80%. "Kami khawatir bahan baku akan naik hingga akhir tahun," ungkap Hengky kepada KONTAN, kemarin. Kenaikan harga di awal tahun ini menurut Hengky disebabkan penerapan aturan tarif impor bahan baku sebesar 0%-20%. Ketentuan itu tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 241/PMK.011/2010 tentang Tarif Barang Impor. Padahal sebelumnya, bahan baku plastik tidak terkena tarif impor.
Harga bahan baku kemasan terus naik
JAKARTA. Memasuki tahun 2011, industri kemasan langsung disambut oleh peningkatan harga bahan baku plastik. Selama bulan Januari ini saja, harga etilena atau polyethylene (PE) sudah menyentuh harga US$ 1.200 per ton dan propilena atau polypropylene (PP) mencapai US$ 1.450 per ton. Menurut Henky Wibawa, Ketua Umum Federasi Pengemasan Indonesia (FPI), harga ini sudah terkerek 5% dari awal tahun. Padahal, selama tahun 2010, harga bahan baku tersebut sudah meroket sampai 80%. "Kami khawatir bahan baku akan naik hingga akhir tahun," ungkap Hengky kepada KONTAN, kemarin. Kenaikan harga di awal tahun ini menurut Hengky disebabkan penerapan aturan tarif impor bahan baku sebesar 0%-20%. Ketentuan itu tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 241/PMK.011/2010 tentang Tarif Barang Impor. Padahal sebelumnya, bahan baku plastik tidak terkena tarif impor.