Harga Bahan Baku Kosmetik Naik, Ini Strategi Martina Berto (MBTO) Menjaga Kinerja



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten kosmetik dan kecantikan, PT Martina Berto Tbk (MBTO) turut merasakan kenaikan harga bahan baku kosmetik yang terjadi imbas penutupan Selat Hormuz pada awal tahun ini.

Direktur Utama Martina Berto, Bryan David Emil mengungkapkan perusahaan tetap mewaspadai kenaikan harga bahan baku untuk mengambil langkah ke depan, khususnya dalam hal penyesuaian harga jual produk.

"(Kenaikan harga bahan baku) dampaknya ada, tetapi kita tetap waspada. Kita terus berhitung apakah kita akan menaikkan harga berapa persen. Namun, kalaupun naik, kenaikan juga tidak akan over," ujarnya kepada Kontan dalam paparan publik virtual, Kamis (25/6/2026).


Baca Juga: RUPS Setujui Dividen Catur Sentosa Adiprana (CSAP) Rp 22,7 Miliar

Menurut Bryan, pertimbangan yang matang diperlukan karena perusahaan juga mencermati keadaan pasar saat ini. Ia juga menyebut kenaikan harga bahan baku kosmetik sejauh ini tidak menekan kinerja MBTO secara signifikan. 

"Kita juga harus kompetitif dengan keadaan pasar, dan kita tetap manajemen risiko dengan baik," kata Bryan.

Ia menyebutkan, saat ini pangsa pasar MBTO di industri kosmetik dan kecantikan lokal mencapai kisaran 50%. Untuk menjaga daya saing, di sisa tahun ini perusahaan berfokus memperluas pasar ekspor khususnya di Asia Tenggara.

Martina Berto, kata Bryan, juga bakal mengoptimalkan kanal penjualan online di e-commerce dengan memanfaatkan fitur live streaming.

Tak hanya itu, untuk mengoptimalkan kapasitas produksi perusahaan akan melakukan peremajaan bangunan dan perbaikan peralatan. MBTO juga menggelontorkan biaya untuk menggenjot pemasaran. Sejumlah keperluan tersebut membuat MBTO mengalokasikan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 14,31 miliar tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangannya, pada kuartal I-2026, MBTO mencatat penjualan neto sebesar Rp 113,06 miliar, tumbuh 23,91% year on year (yoy) dari Rp 91,24 miliar pada kuartal I-2025. Dari bottom line, MBTO berhasil membalikkan kinerja menjadi laba bersih Rp 14,93 miliar pada kuartal I-2026, dari rugi bersih Rp 967,43 juta pada periode yang sama tahun lalu. 

Baca Juga: DFI Retail Nusantara (HERO) Siapkan Strategi Ini Untuk Jaga Pertumbuhan Bisnis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News