KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Avia Avian Tbk (
AVIA) menjalankan strategi penyesuaian harga jual produk untuk mempertahankan kinerja di tengah kenaikan harga bahan baku dan tekanan nilai tukar rupiah di sepanjang 2026. Head of Investor Relations Avia Avian Andreas Timothy Hadikrisno mengatakan AVIA menaikkan harga jual produk sebesar 7%-10% pada April 2026, kemudian kembali melakukan penyesuaian harga sekitar 5%-8% pada Mei 2026. “Langkah proaktif ini, disertai strategi pengadaan yang disiplin dan peningkatan efisiensi operasional, membantu Perseroan mempertahankan profitabilitas yang kuat. Pada semester I 2026, Avian Brands membukukan margin laba bersih sebesar 20,4%," kata Andreas, kepada Kontan.co.id, belum lama ini.
Baca Juga: UMKM Binaan Astra Cetak Potensi Transaksi Rp 104,9 Miliar di TEI 2026 Selain penyesuaian harga jual, AVIA juga mengandalkan model bisnis yang terintegrasi untuk menjaga efisiensi biaya produksi.
Ia menyebutkan, kemampuan perusahaan memproduksi bahan baku utama secara internal menjadi salah satu keunggulan dalam mengendalikan biaya, menjaga konsistensi kualitas, serta mendukung kesinambungan pasokan dan ketersediaan produk. Selain itu, hubungan jangka panjang dengan pemasok strategis juga berperan dalam menjaga stabilitas pasokan, mengelola biaya, dan memperkuat ketahanan bisnis. Pada saat yang sama, tekanan biaya tersebut berlangsung ketika industri cat dan pelapis menghadapi tantangan dari sisi permintaan.
Perusahaan melihat sebagian konsumen cenderung menunda renovasi atau beralih ke produk dengan harga yang lebih ekonomis. “Kami melihat kecenderungan sebagian konsumen menunda renovasi atau memilih produk dengan harga yang lebih ekonomis. Namun, perubahan tersebut tetap membuka peluang bagi Avian Brands untuk bertumbuh melalui strategi yang berfokus pada peningkatan pangsa pasar, tanpa hanya mengandalkan pertumbuhan industri,” terangnya.
Baca Juga: Revisi RKAB 2026 Disetujui, Aspebindo Wanti-Wanti Hal Ini Menghadapi kondisi tersebut, AVIA mengandalkan kelengkapan portofolio produk untuk menjangkau konsumen dengan kemampuan belanja yang berbeda-beda, mulai dari segmen ekonomis hingga premium. Di tengah kondisi pasar yang menantang, Avian Brands masih mampu membukukan pertumbuhan penjualan dua digit sebesar 18,19% pada semester I 2026 menjadi Rp
4,59 triliun.
Dengan kinerja tersebut, AVIA berhasil membukukan laba sebelum beban pajak penghasilan sebesar Rp 1,24 triliun, tumbuh 24,10% dari Rp 997,58 miliar pada semester I-2025. “Avian Brands secara konsisten masih membukukan pertumbuhan penjualan
double digit sebesar 18,2% pada semester I 2026, seiring dengan adanya dua kali kenaikan harga namun mencapai volume bisnis di 8,6% dengan profitabilitas yang tetap kuat," ungkap Andreas. Pencapaian tersebut mencerminkan ketahanan bisnis perusahaan yang didukung posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar cat dekoratif di Indonesia, jaringan distribusi yang luas dari Sabang hingga Merauke, portofolio produk yang komprehensif, serta strategi pertumbuhan yang dijalankan secara disiplin dan terukur. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News