Harga batubara koreksi, analis sebut wajar



JAKARTA. Meski sempat mencatatkan harga tertinggi dalam perdagangannya, harga batubara kini mengalami koreksi. Mengutip Bloomberg, Selasa (25/7), harga batubara kontrak pengiriman September 2017 di ICE Futures Exchange bertengger di level US$ 82,45 per metrik ton.

Analis menilai, koreksi harga batubara merupakan hal wajar.

Direktur Garuda Berjangka Ibrahim menilai, koreksi harga batubara hari terjadi karena batubara sudah mencapai harga tertingginya. Ia pun menyebutkan, pelemahan ini merupakan kesempatan bagi para investor untuk kembali mengoleksi komoditas tersebut.


“Intinya, memberikan kesempatan bagi pelaku pasar untuk dapat membeli batubara di harga paling rendah,” kata Ibrahim. Menurutnya, jika harga terus naik dan tidak mengalami koreksi, maka investor tidak memiliki kesempatan untuk mengambil posisi.

Lebih lanjut, Ibrahim mengatakan, polemik skandal surel yang melibatkan Preisden AS Donald Trump saat ini sedang dalam tahap investigasi. Ia memprediksi hal ini dapat saja menjadi salah satu sentimen yang bisa menguatkan The Greenback. Asal tahu saja, jika dollar mengalami penguatan, maka harga komoditas akan jatuh.

“Dalam minggu ini, kemungkinan tren batubara melemah. Tapi pelemahannya tidak terlalu dalam karena ini sudah memasuki musim panas,” ujar Ibrahim.

Tren bullish

Namun, Ibrahim juga melihat, hingga saat ini sejatinya batubara masih diselimuti oleh katalis positif yang cenderung menunjukkan tren bullish. Dus, China saat ini mengalami banyak kendala seperti cuaca ekstrem yang menyebabkan terjadinya banjir yang mengakibatkan transportasi pasokan batubara menjadi terhambat. Di Indonesia sendiri, tepatnya Kalimantan area produksi batubara terendam air hujan.

“Selain itu, data perekonomian China seperti manufaktur, industrial produk, dan penjualan properti juga cukup bagus dan membantu mengangkat harga batubara,” tambah Ibrahim.

Pun, Ibrahim juga mengingatkan, harga komoditas batubara tergantung dengan kondisi China. Jika China mengalami masalah, seperti hambatan transportasi, maka harga batubara akan langsung melonjak.

“Fundamental batubara adalah China,” pungkasnya.

Secara teknikal, Ibrahim melihat harga batubara masih terindikasi mengalami penguatan karena bollinger band dan moving average (MA) berada 10% di atas bollinger tengah. Kemudian, stochastic juga terindikasi positif di level 70. Namun, relaitve strength index (RSI) dan moving average convergence divergence (MACD) menunjukkan indikator 60% negatif yang memungkinkan adanya koreksi di harga batubara.

Untuk itu, besok, prediksi Ibrahim harga batubara masih bisa melemah di kisaran US$ 82,00 – US$ 83,10 per metrik ton. Sedang, di pekan depan berada di rentang US$ 81,50 – US$ 82,40 per metrik ton dan US$ 87,00 per metrik ton di akhir kuartal III-2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia