Harga Batubara Naik, Bahlil Lirik Peluang Genjot Produksi Batubara



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia mendorong peningkatan produksi batubara di tengah tingginya harga komoditas tersebut.

Berdasarkan data Trading Economics, pada Selasa (20/10), harga batubara berada di level US$ 150,7 per ton, meningkat 0,20% secara harian. Di level ini, secara bulanan harga batubara telah naik 4,62%. Harga batubara bahkan sempat menembus US$ 154 per ton pekan lalu, tertinggi sejak September 2023. 

Baca Juga: SKK Migas Dukung RUU Migas, Pembahasan DIM Disebut Hampir Rampung


Bahlil mengatakan dengan momentum peningkatan harga komoditas strategis ini, pemerintah membuka peluang peningkatan kuota produksi batubara nasional.

"Dari sisi mineral batubara, kita tahu bahwa Alhamdulillah sekarang harga batubara kita mulai naik dan mencapai US$ 154 per ton untuk kalori tinggi. Harapan kita memang adalah dengan harganya bagus, produksinya kita naikkan," jelasnya di Istana Kepresidenan, dikutip Selasa (20/10/2026).

Hingga saat ini, Bahlil mengungkapkan pemerintah masih memberikan relaksasi berupa tambahan kuota produksi secara terbatas untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan. Pemerintah juga berharap kebijakan tersebut dapat mendorong masuknya devisa dalam waktu dekat.

"Dan sekarang kita tetap akan melakukan relaksasi terbatas untuk menjaga supply and demand. Tapi kita juga ingin untuk dalam waktu dekat, kita pengin sekali untuk bagaimana devisa kita bisa masuk," imbuhnya.

Sebagai informasi, Kementerian ESDM menetapkan kuota produksi batubara dalam revisi Rancangan Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 sekitar 700 juta ton. Sementara untuk komoditas bijih nikel, target kuota produksi dipatok sekitar 290 juta ton.

Baca Juga: Tenggat Sertifikasi Halal Diperpanjang hingga 2028, Menperin: Beri Waktu IKM Bersiap

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News