Harga Batubara Naik, PT Bukit Asam (PTBA) Optimistis Margin Profit Bakal Menebal



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren penguatan harga komoditas energi global memberikan angin segar bagi para emiten pertambangan batubara, termasuk PT Bukit Asam Tbk (PTBA). 

Melansir data Refinitiv, harga batubara kontrak Juni ditutup di level US$ 136,4 per ton atau naik 1,4% pada perdagangan Senin (12/5), dipicu oleh memanasnya harga minyak mentah dunia.

Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno menjelaskan, kenaikan harga batubara global memberikan dampak positif secara langsung pada performa perusahaan. 


Secara umum, dia bilang, kenaikan indeks harga baik Indonesian Coal Index (ICI) maupun Newcastle akan mengerek rerata harga jual atau Average Selling Price (ASP) perseroan.

Baca Juga: Chandra Daya (CDIA) Perkuat Bisnis Logistik melalui Bersandarnya Kapal Novah

"Kenaikan harga batubara global, yang salah satunya dipicu oleh penguatan harga minyak mentah, memberikan dampak positif secara langsung pada performa perusahaan. Hal ini berpotensi memperlebar profit margin di tengah fluktuasi biaya operasional," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (12/5/2026).

Dengan kondisi harga yang sedang atraktif tersebut, anggota holding industri pertambangan MIND ID ini terus berupaya mengoptimalkan porsi penjualan ke pasar mancanegara. 

Meski demikian, Eko menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan energi di dalam negeri tetap menjadi prioritas utama PTBA.

"Perusahaan terus berupaya mengoptimalkan porsi ekspor ke negara-negara strategis dengan tetap mengutamakan kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) sebagai prioritas utama," tegasnya.

Baca Juga: Bridgestone: Prospek Industri Ban Domestik Masih Tumbuh 5% pada Tahun 2026

Terkait rencana produksi, Eko menyatakan saat ini fokus PTBA adalah menjalankan operasional sesuai dengan parameter yang telah direstui oleh pemerintah. 

"Saat ini, fokus utama PTBA adalah mengoptimalkan seluruh target dan parameter kerja sesuai dengan persetujuan yang telah diperoleh dalam RKAB dari Kementerian ESDM. Kami komit untuk menjaga efisiensi dan efektivitas operasional di dalam koridor yang telah disetujui tersebut," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News