Harga BBM Di 85 Negara Naik Efek Perang AS-Irak, Sampai Kapan Harga BBM RI Bertahan?
Kamis, 12 Maret 2026 08:47 WIB
Oleh: Adi Wikanto, Lailatul Anisah | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah negara naik tinggi setelah serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Sampai kapan pemerintah Indonesia mempertahankan harga BBM? Dilansir dari Kompas.com, sejak serangan terhadap Iran dimulai pada 28 Februari 2026, setidaknya 85 negara melaporkan kenaikan harga bensin. Lonjakan tersebut membuat pengendara di berbagai belahan dunia harus membayar lebih mahal untuk membeli bahan bakar. Di AS misalnya, harga rata-rata bensin reguler yang pada Februari berada di level 2,94 dollar AS per galon kini naik menjadi 3,58 dollar AS per galon. Dengan demikian, harga bensin di negara tersebut meningkat sekitar 20%.
Data tersebut dihimpun oleh AAA Fuel Prices, lembaga pemantau harga bahan bakar dari American Automobile Association (AAA). Baca Juga: Batas Waktu Lapor SPT Berpeluang Diperpanjang, Ini Cara & Contoh Isi SPT Via Coretax Meski harga BBM di AS ditentukan oleh masing-masing negara bagian, beberapa wilayah kini mencatat harga bensin di atas 4 dollar AS per galon. Bahkan di California, harga bensin telah melampaui 5 dollar AS per galon atau menjadi level tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir. Kenaikan harga energi ini tidak hanya terjadi di Amerika Serikat. Berdasarkan analisis data Global Petrol Prices per Selasa (11/3/2026), lonjakan harga bensin terjadi di puluhan negara sejak konflik pecah. Platform pemantau harga energi ritel di sekitar 150 negara tersebut mencatat sejumlah negara mengalami kenaikan harga yang cukup tajam dalam waktu singkat. Berikut 10 negara dengan kenaikan harga bensin tertinggi sejak konflik dimulai: 1. Vietnam 23 Februari: 0,75 dollar AS per liter 9 Maret: 1,13 dollar AS per liter Kenaikan: 49,73% Tonton: HEBOH! Netanyahu Dikabarkan Tewas dalam Serangan Terbaru Iran, Benarkah? 2. Laos 1,34 → 1,78 dollar AS per liter Kenaikan: 32,94% 3. Kamboja 1,11 → 1,32 dollar AS per liter Kenaikan: 19,03% 4. Australia 1,11 → 1,31 dollar AS per liter Kenaikan: 18,23% 5. Amerika Serikat 0,87 → 1,01 dollar AS per liter Kenaikan: 16,55% 6. Jerman 2,08 → 2,36 dollar AS per liter Kenaikan: 13,3% 7. Seychelles 1,34 → 1,52 dollar AS per liter Kenaikan: 13,04% 8. Guatemala 1,04 → 1,17 dollar AS per liter Kenaikan: 12,9% 9. Lebanon 0,91 → 1,02 dollar AS per liter Kenaikan: 12,25% 10. Nigeria 0,59 → 0,66 dollar AS per liter Kenaikan: 11,78% Vietnam menjadi negara dengan lonjakan harga bensin tertinggi, dengan kenaikan hampir 50% hanya dalam waktu sekitar dua minggu. Meski demikian, angka tersebut diperkirakan belum sepenuhnya mencerminkan kondisi sebenarnya. Hal ini karena beberapa negara biasanya menyesuaikan harga BBM pada akhir bulan. Artinya, potensi kenaikan lanjutan masih terbuka dan bisa terjadi pada April 2026 apabila konflik geopolitik di Timur Tengah terus berlanjut. Tonton: Jepang Siapkan Rudal Jarak 1.000 Km Dekat China, Ketegangan Asia Timur Meningkat Harga BBM Tetap Sampai Lebaran Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kesiapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih bisa memenuhi gejolak harga minyak dunia. Purbaya juga menegaskan bahwa belanja subsidi terhadap BBM masih bisa dikendalikan hingga Idul Fitri mendatang. "Kita masih aman, kita masih kuat. Ini kan baru beberapa hari naiknya, kita kan subsidinya satu tahun penuh," kata Purbaya di Istana Kepresidenan, Selasa (10/3/2026). Asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam APBN 2026 ditetapkan sebesar rata-rata US$ 70 per barrel. Dengan asumsi ini, Purbaya meyakini kenaikan harga minyak dunia yang terjadi saat ini tidak akan menganggu belanja subsidi yang telah ditetapkan pemerintah dalam waktu dekat. "Kenaikannya kan baru beberapa hari saja, sementara subsidi ditetapkan setahun penuh. Jadi kenaikan yang baru sebentar belum cukup mengubah anggaran kita," ujar Purbaya. Tonton: AS Akui Kesalahan Besar Sebelum Perang Iran! Tawaran Teknologi Ukraina Diabaikan Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM tidak ada kenaikan hingga momentum Lebaran nanti. Bahlil menyebut telah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan, bahwa belanja subsidi masih bisa dikendalikan di tengah kenaikan harga minyak dunia.
"Jadi negara hadir untuk memastikan bahwa sekalipun ada kenaikan harga minyak mentah dunia, tapi untuk subsidi tetap sama, tidak ada kenaikan harga untuk minyak subsidi," ulas Bahlil. Namun begitu, Bahlil tidak menampik APBN akan tertekan jika kenaikan harga minyak dunia ini berlangsung dalam waktu yang lama. Untuk itu, pihaknya mengklaim pemerintah terus mencari opsi lain untuk menggantikan BBM subsidi dari energi fosil ke energi nabati. "Tapi kita sedang memitigasi bahwa kita harus juga mencari sumber-sumber energi selain fosil seperti energi nabati," ungkap Bahlil.
Garuda Indonesia Buka Suara! Kenapa Tiket Pesawat Mudik Lebaran Bisa Mahal?