KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dan pelemahan nilai tukar rupiah menekan industri. Pengamat menilai, pemerintah perlu memberikan insentif terhadap sektor-sektor yang paling rentan terdampak tekanan ini. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Rahma Gafmi mengatakan, depresiasi rupiah dan kenaikan harga BBM saat ini dapat memicu transmisi ke harga pangan (volatile foods). Dus, dia menilai insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) perlu diberikan untuk sektor seperti transportasi atau bahan pangan pokok, agar dapat menahan laju kenaikan harga di level ritel.
Harga BBM Industri Naik & Rupiah Melemah, Ekonom Sarankan Insentif ke Sektor Rentan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dan pelemahan nilai tukar rupiah menekan industri. Pengamat menilai, pemerintah perlu memberikan insentif terhadap sektor-sektor yang paling rentan terdampak tekanan ini. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Rahma Gafmi mengatakan, depresiasi rupiah dan kenaikan harga BBM saat ini dapat memicu transmisi ke harga pangan (volatile foods). Dus, dia menilai insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) perlu diberikan untuk sektor seperti transportasi atau bahan pangan pokok, agar dapat menahan laju kenaikan harga di level ritel.
TAG: