KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi berpeluang mengalami penyesuaian pada September 2026 seiring dengan perkembangan harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah sepanjang Agustus 2026. Penurunan harga minyak global yang berlangsung dalam dua bulan terakhir menjadi salah satu faktor yang dapat membuka ruang bagi badan usaha untuk menurunkan harga jual BBM non subsidi di tingkat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Saleh Abdurrahman mengatakan, harga BBM non subsidi pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak mentah di pasar internasional.
Menurutnya, apabila tren penurunan harga minyak mentah berlangsung secara konsisten, terdapat peluang bagi badan usaha untuk melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi.
Baca Juga: Harga BBM Non-Subsidi Bisa Turun pada September 2026? "Kalau untuk harga BBM non subsidi akan ada pengaruhnya pada setiap fluktuasi harga minyak global. Jadi kalau penurunan itu stabil dalam dua bulan terakhir besar maka tentu ada kemungkinan harga BBM non subsidi turun juga," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (31/8/2026).
Harga BBM Non Subsidi Mengacu Formula ESDM
Saleh menyebutkan, peluang penurunan harga BBM non subsidi dapat terjadi baik pada produk yang dipasarkan PT Pertamina (Persero) maupun badan usaha swasta. Namun, keputusan mengenai harga jual BBM non subsidi tetap berada pada masing-masing badan usaha dengan mempertimbangkan formula harga dasar yang telah ditetapkan pemerintah serta kondisi pasar. "Kalau harga BBM non subsidi itu juga kan ada aturan atau formulanya yang diterbitkan oleh Kementerian ESDM yang harus diikuti oleh Badan Usaha (BU), dan itu ditentukan oleh BU berapa harga yang mereka tetapkan berdasarkan biaya perolehan juga kondisi pasar," jelasnya.
Baca Juga: Superior Porcelain Lirik Peluang dari Program 3 Juta Rumah lewat Alila Granite Tile Dengan demikian, penurunan harga minyak mentah global tidak secara otomatis membuat harga BBM non subsidi langsung turun. Badan usaha tetap perlu memperhitungkan biaya perolehan dan faktor pasar sebelum menetapkan harga jual di SPBU.
Harga Minyak Global Turun Bisa Tekan Kompensasi BBM
Lebih lanjut, Saleh berharap tren penurunan harga minyak mentah dunia dapat berlangsung secara berkelanjutan. Stabilitas harga minyak global dinilai penting karena dapat memberikan dampak terhadap harga energi di dalam negeri. Bagi konsumen, penurunan harga minyak mentah yang diikuti penyesuaian harga BBM non subsidi berpotensi meringankan biaya bahan bakar. Sementara bagi pemerintah, harga minyak yang lebih rendah juga berpotensi mengurangi kebutuhan dana kompensasi BBM subsidi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Kita masyarakat berharap harga minyak global turun dan stabil sehingga harga BBM dalam negeri turun sehingga dana kompensasi untuk BBM subsidi juga turun," pungkasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News