KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia melambung imbas konflik di Timur Tengah yang berujung pada penutupan Selat Hormuz. Sebagaimana dilansir Reuters, harga minyak Brent naik 6,4 persen menjadi 77,57 dollar AS per barel, meski sempat menyentuh 82,00 dollar. Sementara harga minyak AS naik 6,2% menjadi US$ 71,17 per barel. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia bisa ikut terdampak. Apalagi, serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran masih berlangsung tanpa tanda-tanda mereda. Iran pun membalas dengan serangan di berbagai wilayah yang menjadi lokasi aset-aset AS.
Penjelasan Pertamina
Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah, termasuk potensi tantangan akibat penutupan Selat Hormuz. “Untuk saat ini, kami memperhatikan keselamatan dan keamanan pekerja maupun aset yang ada di sekitar wilayah tersebut,” kata Roberth saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (2/3/2026). Baca Juga: 3 Sektor Utama di Indonesia yang Paling Terdampak Perang Iran-Israel Saat disinggung soal kenaikan harga BBM imbas konflik yang terjadi, Roberth hanya menyampaikan bahwa pihaknya akan memastikan pasokan BBM di Indonesia tetap aman. "Pertamina terus memantau perkembangan situasi di wilayah timur tengah secara intensif untuk memastikan operasional Pertamina dalam menjaga pasokan energi tetap aman," tuturnya. Di samping itu, sebagai perusahaan distribusi BBM di Indonesia, Pertamina juga menjamin keamanan pekerja yang berada di sekitar wilayah konflik. Roberth menuturkan, keselamatan mereka kini menjadi prioritas perusahaan. "Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait," ucapnya. Roberth menambahkan, Pertamina dari hulu sampai hilir tetap berkomitmen menyalurkan energi ke masyarakat untuk menjaga ketahanan energi nasional.Harga BBM Pertamina mulai 1 Maret 2026
Pada awal Maret 2026, Pertamina baru saja menaikkan harga BBM non subsidinya. Dilansir dari pengumuman di laman resmi Pertamina, Sabtu (28/2/2026), harga terbaru BBM di SPBU Pertamina naik sekitar Rp 500 untuk Pertamax (RON 92). Besaran kenaikan per SPBU bisa berbeda-beda lantaran harga BBM di tiap wilayah tidaklah sama. Baca Juga: Penerbangan Internasional Kacau: Cek Daftar Maskapai yang Batalkan Penerbangan Berikut ini harga BBM di Jabodetabek, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara per 1 Maret 2026:- Pertamax (RON 92): dari Rp 11.800 per liter naik menjadi Rp 12.300
- Pertamax Green 95: dari Rp 12.450 per liter naik menjadi Rp 12.900
- Pertamax Turbo (RON 98): dari Rp 12.700 per liter naik menjadi Rp 13.100
- Dexlite (CN 51): dari Rp 13.250 per liter naik menjadi Rp 14.200
- Pertamina Dex (CN 53): dari Rp 13.500 per liter naik menjadi Rp 14.500.