KONTAN.CO.ID - Harga ekspor beras India kembali melemah akibat permintaan yang lesu dari negara-negara Afrika dan melimpahnya pasokan. Sementara itu, harga ekspor beras di Vietnam dan Thailand justru naik seiring musim panen yang mulai berakhir di kedua negara tersebut. Data
Reuters menunjukkan, harga beras parboiled India pecahan 5 persen berada di kisaran 337-344 dollar AS per ton pada pekan ini, turun dibandingkan pekan lalu yang berada di level 344-350 dollar AS per ton. Sementara itu, harga beras putih India pecahan 5 persen dipatok sekitar 336-340 dollar AS per ton.
“Sebagian besar negara Afrika belum melakukan pemesanan baru. Pasokan hasil panen musim dingin meningkat dan hal itu menekan harga,” ujar seorang pedagang yang berbasis di New Delhi. Di Vietnam, harga beras pecahan 5 persen ditawarkan pada level 395-400 dollar AS per ton pada Kamis, naik dibandingkan dua pekan lalu yang berada di kisaran 375-380 dollar AS per ton. Pasar Vietnam sempat tutup pekan lalu karena libur nasional. “Harga naik karena pasokan ketat, sementara panen berikutnya baru dimulai pada akhir Juli atau awal Agustus,” kata seorang pedagang di Ho Chi Minh City.
Baca Juga: Dolar AS Perkasa pada Jumat (8/5) Pagi, Saat Konflik AS–Iran Kembali Memanas Para pedagang memperkirakan harga akan bertahan di level saat ini atau bahkan naik lebih tinggi hingga musim panen baru dimulai. Data pemerintah menunjukkan Vietnam mengekspor 3,28 juta ton beras selama empat bulan pertama tahun ini, turun 4,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu di Thailand, harga beras pecahan 5 persen naik menjadi sekitar 404-405 dollar AS per ton, dari sebelumnya 395-400 dollar AS per ton pada pekan lalu. Perbandingan Harga Beras Asia
| Negara | Jenis Beras | Harga Pekan Ini | Harga Sebelumnya | Tren |
| India | Pecahan 5% parboiled | US$337–344/ton | US$344–350/ton | Turun |
| Vietnam | Pecahan 5% | US$395–400/ton | US$375–380/ton | Naik |
| Thailand | Pecahan 5% | US$404–405/ton | US$395–400/ton | Naik |
Musim panen di Thailand juga mendekati akhir dengan produksi yang masih berada pada level normal. Namun, siklus panen berikutnya akan dipantau secara ketat karena prakiraan fenomena El Nino dikhawatirkan dapat mengganggu pasokan beras. Permintaan pasar dinilai belum terlalu kuat, dengan pembelian terutama datang dari pelanggan rutin di kawasan Asia.
Pedagang lain menambahkan, pembeli dari Afrika juga mulai mengurangi impor akibat kebijakan pemerintah yang mendorong produksi dalam negeri dan memperketat persyaratan impor beras.
Tonton: RI Buka Impor 1.000 Ton Beras AS! Ganggu Swasembada Pangan? Di sisi lain, Bangladesh diperkirakan mengalami kekurangan beras lebih dari 200.000 ton metrik setelah hujan deras sebelum musim monsun dan luapan air dari hulu merusak tanaman padi utama di lahan basah haor di wilayah timur laut negara itu saat puncak panen berlangsung. Penyebab Perubahan Harga Beras
| Negara | Faktor Utama |
| India | Permintaan Afrika melemah, pasokan melimpah |
| Vietnam | Pasokan ketat, panen baru belum dimulai |
| Thailand | Musim panen berakhir, kekhawatiran El Nino |
| Bangladesh | Hujan deras merusak panen |