JAKARTA. Sejak Januari lalu, harga pangan dunia mengalami penurunan. Salah satunya adalah beras. Penyebabnya, ketersedian atau stok pangan dunia aman. Berdasarkan kontrak Chicago Board of Trade untuk pengantaran Maret pada Senin (2/2), harga beras mengalami penurunan menjadi US$ 10,14 per cwt atau per kuintal. Satu hari sebelumnya, harga kontrak beras mencapai US$ 10,50 per cwt. Winarno Tohir, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Indonesia (KTNA) mengatakan, harga pangan mengalami penurunan karena dua negara yakni Thailand dan Vietnam mengalami suprlus produksi beras. Kebijakan Pemerintah Thailand tahun lalu membeli seluruh gabah petani dengan harga mahal, mendorong petani Thailand giat memproduksi beras. Sehingga stok beras Thailand dan Vietnam terbilang aman.
Harga beras dunia turun, beras lokal masih tinggi
JAKARTA. Sejak Januari lalu, harga pangan dunia mengalami penurunan. Salah satunya adalah beras. Penyebabnya, ketersedian atau stok pangan dunia aman. Berdasarkan kontrak Chicago Board of Trade untuk pengantaran Maret pada Senin (2/2), harga beras mengalami penurunan menjadi US$ 10,14 per cwt atau per kuintal. Satu hari sebelumnya, harga kontrak beras mencapai US$ 10,50 per cwt. Winarno Tohir, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Indonesia (KTNA) mengatakan, harga pangan mengalami penurunan karena dua negara yakni Thailand dan Vietnam mengalami suprlus produksi beras. Kebijakan Pemerintah Thailand tahun lalu membeli seluruh gabah petani dengan harga mahal, mendorong petani Thailand giat memproduksi beras. Sehingga stok beras Thailand dan Vietnam terbilang aman.