Harga beras tinggi, serapan Bulog pun melambat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga akhir Januari tahun ini, serapan gabah/beras oleh Perum Bulog masih rendah. Direktur Pengadaan Perum Bulog, Andrianto Wahyu Adi mengatakan, rata-rata serapan beras Bulog masih berkisar ratusan ton per harinya.

Menurut Andrianto, serapan beras Bulog yang relatif lambat ini dikarenakan harga beras yang masih tergolong tinggi. "Petani biasanya menjual ke pedagang," ujar Andrianto kepada KONTAN, Kamis (25/1).

Sesuai dengan inpres nomor 5 tahun 2015, harga pembelian pemerintah untuk Gabah Kering Giling (GKG) di gudang BULOG sebesar Rp.4.650 per kg, dan harga pembelian beras di gudang BULOG Rp.7.300 per kg.


Bulog juga ditugaskan menyerap beras sesuai dengan kualitas yang baik, di mana untuk GKG haru memiliki kadar air maksimum 14% dan kadar hampa kotoran maksimum 3%, sementara beras yang diserap memiliki kualitas kadar air maksimum 14%, butir patah maksimum 20% dan kadar menir maksimum 2%.

Andrianto mengatakan, Bulog masih menyerap beras dari wilayah Jawa. Dia pun menjelaskan, Bulog masih menyerap gabah sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Meskipun serapan hingga saat ini masih rendah. Andrianto mengatakan serapan Bulog akan meningkat dalam beberapa waktu ke depan. Dia bilang, serapan Bulog akan mulai meningkat pada Februari, dan akan mencapai puncak pada Maret hingga Mei.

Hingga saat ini, stok beras Bulog sekitar 800.000 ton. Pasokan ini sudah termasuk cadangan beras pemerintah (CBP) sekitar 99.000 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto