Harga Bitcoin Cs Fluktuatif, Analis Sarankan Investor Terapkan Strategi Ini!



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga kripto bergerak volatil selama terjadi konflik geopolitik di Timur Tengah.

Melansir situs Coinmarketcap.com pada Rabu (11/03/2026) pukul 17.23 WIB bitcoin secara harian mengalami penurunan sebesar 1,86% menjadi US$ 69.485, Ethereum dalam sehari turun 1,90% menjadi US$2.021, Solana dalam sehari turun 2,35% menjadi US$ 85,06.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menyarankan agar investor menerapkan strategi investasi yang lebih disiplin dan terukur. 


Baca Juga: Industri Kripto Indonesia Terus Berkembang, Regulasi Makin Matang

Salah satu pendekatan yang disarankan Fyqieh adalah dollar-cost averaging (DCA), yaitu membeli aset kripto secara berkala dalam jumlah yang sama tanpa terlalu terpengaruh oleh pergerakan harga jangka pendek. 

"Strategi ini membantu investor mengurangi risiko membeli di harga puncak sekaligus menstabilkan harga rata-rata pembelian," ungkap Fyqieh kepada Kontan pada Rabu (11/03/2026).

Menurut Fyqieh investor perlu melakukan riset yang mendalam terhadap proyek kripto yang dipilih, termasuk memahami fundamental, teknologi, serta potensi adopsi di masa depan.

"Selain strategi pembelian bertahap, penting bagi investor untuk menerapkan manajemen risiko yang baik, seperti menentukan batas kerugian (stop loss), melakukan diversifikasi portofolio, dan tidak menginvestasikan dana yang melebihi kemampuan finansial," sambung Fyqieh.

Investor juga sebaiknya memperhatikan faktor makroekonomi, sentimen pasar, serta perkembangan regulasi yang dapat mempengaruhi pergerakan harga kripto. 

Analis Reku, Andri Fauzan menambahkan saran lain seperti menyimpan aset kripto dalam jangka waktu lama tanpa menjualnya terutama Bitcoin dan Ethereum. 

Baca Juga: IHSG Berpotensi Lanjut Melemah pada Kamis (12/3), Ini Rekomendasi Analis

Ia juga menyarankan agar investor menerapkan diversifikasi aset dengan 5%-10% portofolio ke kripto serta menerapkan manajemen risiko seperti memasang stop loss, mengambil keuntungan secara bertahap, dan menghindari penggunaan dana pinjaman untuk memperbesar nilai transaksi investasi (leverage) di tengah volatilitas pasar kripto.

Dengan pendekatan yang terencana dan fokus pada tujuan investasi jangka panjang, investor dapat lebih siap menghadapi volatilitas tinggi yang memang menjadi karakteristik utama pasar aset kripto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News