Harga Bitcoin dan Ethereum Naik, Investor Institusi Mulai Akumulasi



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga aset kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum menguat dalam beberapa hari terakhir, didorong sentimen positif dari meredanya ketegangan geopolitik global.

Melansir Coin Market Cap pada pukul 17.00 WIB, harga Bitcoin (BTC) berada di level US$ 74.600 atau meningkat 4,3% sebulan terakhir. Ada pun Ethereum (ETH) dihargai US$ 2.333 atau naik 6,4% dalam sebulan.

Analis Reku Andri Fauzan menjelaskan, penguatan harga kripto beberapa hari terakhir lebih banyak dipicu oleh faktor fundamental, terutama adanya relief rally setelah muncul sinyal positif dari perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.


Baca Juga: IHSG Diproyeksi Bergerak Sideways, Ini Rekomendasi Saham pada Jumat (17/4)

“Ketegangan di Timur Tengah yang mereda membuat pasar aset berisiko kembali bergairah. Ini yang mendorong Bitcoin naik ke kisaran US$74.800 - US$75.000 dan Ethereum ke sekitar US$2.385,” ujar Andri kepada Kontan, Kamis (16/4/2026).

Selain faktor geopolitik, aliran dana institusional juga turut menopang kenaikan harga. Inflow ke produk ETF Bitcoin masih terjaga, menandakan investor institusi terus melakukan akumulasi.

Dari sisi teknikal, penguatan ini juga didukung oleh rebound harga dari area support kuat Bitcoin di kisaran US$ 70.000 - US$ 72.000.

Ke depan, Andri menilai pergerakan pasar kripto dalam jangka pendek hingga menengah masih cenderung sideways dengan potensi bullish, namun tetap rentan terhadap perubahan sentimen.

“Kalau perundingan damai benar-benar tercapai dan data ekonomi AS membaik, Bitcoin berpotensi naik ke US$ 76.000-US$ 80.000, sementara Ethereum bisa kembali ke level US$ 2.500,” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan adanya risiko koreksi apabila konflik kembali memanas atau terjadi aksi ambil untung (profit taking) oleh investor.

Untuk semester I-2026, Andri memproyeksikan Bitcoin bergerak di rentang US$ 70.000 hingga US$ 95.000, dengan peluang menembus US$ 100.000 jika sentimen pasar tetap positif. Sementara Ethereum diperkirakan berada di kisaran US$ 2.200 hingga US$ 4.000.

Baca Juga: Emiten Properti Diproyeksi Moncer pada 2026, Ini Saham Pilihannya

“Kalau sentimen kurang mendukung, Bitcoin bisa kembali ke US$ 60.000 - US$ 70.000, sementara Ethereum berpotensi bergerak di kisaran US$ 1.900-US$ 2.500,” tambahnya.

Menurut Andri, tahun 2026 menjadi fase transisi bagi pasar kripto, di mana dukungan institusional semakin kuat, namun pergerakan harga masih sangat dipengaruhi faktor eksternal seperti geopolitik dan kebijakan moneter Amerika Serikat.

Dari sisi strategi, ia menyarankan investor untuk menerapkan pendekatan bertahap atau dollar cost averaging (DCA), khususnya di area support.

Katanya, investor bisa mulai akumulasi di area US$ 70.000 - US$ 72.000 untuk Bitcoin dan US$ 2.100 - US$ 2.300 untuk Ethereum. Ambil sebagian profit di resistance, pasang stop-loss, dan hindari penggunaan leverage berlebihan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News