Harga Bitcoin Masih Turun, Risiko Sistemik Black Swan Semakin Dekat?



KONTAN.CO.ID - Harga Bitcoin belum bisa lepas dari level US$ 31.000 pada Rabu (11/5). Keputusan Luna Foundation Guard (LFG) melepas cadangan Bitcoin menjadi salah satu penyebabnya.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Rabu pukul 13.00 WIB, harga Bitcoin ada di US$ 31.480,75 atau turun 1,16% dalam 24 jam terakhir dan anjlok 17,32% selama sepekan.

Jaime Baeza, CEO ANB Investments, mengatakan, harga Bitcoin anjlok akibat tekanan peristiwa ekonomi makro, termasuk inflasi dan pengetatan kebijakan moneter bank sentral, atas saham dan aset digital. 


Selain itu, buntut de-peg yang LFG, organisasi nirlaba untuk mendukung jaringan Terra, lakukan untuk memulihkan pasak UST, stablecoin berbasis Terra, 1:1 terhadap dollar AS.

Baca Juga: Pertumpahan Darah di Wall Street Berakhir, Harga Bitcoin Baru Bisa Stabil

UST terus jatuh dari pasaknya terhadap dollar AS. LFG pun melepas cadangan Bitcoin untuk memulihkan pasak UST terhadap dollar AS alias de-peg.

"Keputusan LFG untuk mempertahankan pasak UST dengan menjual cadangan Bitcoin mempercepat aksi jual di pasar kripto yang lebih luas karena kepanikan menyebar," kata Baeza. 

"Dan risiko sistemik Black Swan semakin dekat," imbuhnya kepada CoinDesk. Black Swan adalah peristiwa paling tak terduga yang memiliki kemungkinan maksimum terjadi di pasar kripto.

Dalam sebuah wawancara di program First Mover CoinDesk TV, Joseph Kelly, CEO Unchained Capital, menyebut de-peg sebagai "faktor utama yang menakutkan".

Tapi, dia optimistis: "Ini adalah salah satu salah satu cara Bitcoin terus berlanjut, bersinar dalam jangka panjang".

Editor: S.S. Kurniawan