Harga Bitcoin Melanjutkan Tren Kenaikan, Simak Prospek ke Depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga Bitcoin (BTC) kembali bergerak naik. Berdasarkan data Coinmarketcap, BTC naik 1,83% atau berada di level US$ 66.427 pada hari ini, Senin (15/4) pukul 14.50 WIB, dari sebelumnya yang sebesar US$ 64.426 pada Minggu (14/4) pukul 14.52 WIB. 

Menanggapi hal tersebut, Trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur mengatakan, dari sudut pandang teknikal, Bitcoin saat ini berada di area resistennya dan masih dalam kondisi bullish. Ditambah, BTC telah mengalami kenaikan selama lebih dari tujuh bulan berturut-turut. 

“Kita masih dalam kondisi bullish kalau dilihat dari aktivitas pengguna Bitcoin, inflow dana, dan lainnya, penurunan kemarin hanya sentimen negatif sementara karena ada perang antara Iran dan Israel,” kata Fyqieh kepada Kontan.co.id, Senin (15/4). 


Baca Juga: Harga Aset Kripto Merosot Jelang Halving, Wajarkah?

Fyqieh mengatakan, pada awal pekan ini, harga BTC juga sempat naik signifikan yakni mencapai titik tertinggi baru di level US$ 71.755 yang seharusnya menjadi tanda awal pemantulan bullish menjelang peristiwa halving.

Namun, dia menuturkan, sentimen bearish muncul dengan adanya ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel sehingga menjatuhkan harga BTC ke level terendah US$ 61.600. Menurutnya, kejadian ini juga memicu aksi jual Bitcoin yang tinggi di tengah arus masuk ke ETF Bitcoin spot AS yang terus mendorong pergerakan harga BTC. 

“Dengan adanya isu geopolitik ini serta posisi Bitcoin yang berada di resisten, Bitcoin berpotensi mengalami penurunan hingga sekitar US$ 58.000, sebelum menentukan konfirmasi pergerakan selanjutnya,” imbuhnya. 

Secara teknikla, Fyqieh menilai, kondisi RSI yang berada dalam kondisi overbought dan pasar yang terlalu Fear Of Missing Out (FOMO) juga menjadi faktor pendukung penurunan tersebut.

Kendati begitu, di tengah nada kehati-hatian, ada berita yang berpotensi dapat merubah keadaan harga BTC, yaitu mengenai persetujuan ETF Bitcoin spot Hong Kong. Menurut dia, pentingny persetujuan dapat membuka aliran modal masuk miliaran dolar ke Bitcoin.

Selain itu, Fyqieh bilang, persetujuan tersebut juga memberikan gambaran bullish tentang potensi masuknya investasi institusional dan ritel ke dalam Bitcoin. 

“Diperkirakan lonjakan harga Bitcoin menyusul persetujuan ETF spot, yang dipicu oleh FOMO dari investor Asia yang mencari eksposur ke Bitcoin melalui sarana investasi yang diatur,” kata dia. 

Baca Juga: Harga Bitcoin Malah Jeblok Jelang Halving, Kenapa?

Dengan demikian, Fyqieh mengatakan, akumulasi di tengah tren koreksi ini, diperkirakan akan membuat harga Bitcoin pulih dan menantang kembali resistensi overhead untuk mencapai level tertinggi baru.

Fyqieh pun memprediksi, pada tahun 2024 sangat dinantikan sebagai tahun bullish bagi Bitcoin. Dengan potensi harga di kuartal II adalah US$ 73.800 dan angka tertinggi sekitar US$ 120.000. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat