KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga bitcoin sedang dalam tren bullish. Analis memperkirakan momentum bullish bitcoin (BTC) yang terjadi pada Oktober 2023 potensial berlanjut. Harga bitcoin saat ini berada di atas US$ 34.000 atau meningkat lebih dari 20% sejak 1 Oktober 2023 pada harga US$ 28.000. Sementara sejak awal tahun, bitcoin telah melesat lebih dari 100% dari harga US$ 16.600 pada 1 Januari 2023. Bitcoin mencapai level tertingginya di harga US$ 35.200 pada bulan Oktober 2023.
Gabriel Rey De Leroy, Direktur Utama crypto exhange Triv mengatakan, BTC mulai menunjukkan peningkatan permintaan karena adanya sentimen positif terkait potensi disetujuinya ETF Bitcoin spot. Data dari platform Triv pun menunjukkan, saat ini mulai banyak investor retail Indonesia yang melakukan dollar cost averaging (DCA). Apalagi, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) harus memberikan persetujuan ETF bitcoin spot paling lambat 10 Januari 2024 kepada perusahaan pengelola aset digital terkenal di dunia kripto, Grayscale Investments. Hal ini dapat terjadi berkat kemenangan Grayscale Investments dalam kasus hukum melawan SEC. Pengadilan Banding Distrik Columbia Amerika Serikat membatalkan penolakan SEC terhadap usulan konversi Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) senilai sekitar US$ 18 miliar menjadi exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot. "SEC kalah sehingga mau tidak mau SEC harus menyetujui ETF Bitcoin spot milik Grayscale," ucap Gabriel saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (31/10). Baca Juga: Harga Bitcoin Sentuh Level Tertinggi dalam 18 Bulan, Ini Sentimen Penopangnya Selain itu, investor juga sedang bersiap-siap untuk menyambut halving bitcoin yang kemungkinan terjadi pada Maret atau April 2024. Halving bitcoin menjadi sentimen positif yang ditunggu-tunggu yang diyakini dapat mengangkat harga bitcoin.