Harga Bitcoin Sudah Tinggi, Intip Peluang Cuan dari Aset Kripto Lainnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja aset kripto terus bertenaga dan belum menunjukkan pembalikan arah. Beriringan, sejumlah aset kripto pun dinilai menarik untuk diperhatikan.

Berdasarkan data Coinmarketcap, harga Bitcoin (BTC) pada Senin (4/3) pukul 12.47 WIB, masih bertengger di US$ 63.337 atau naik 2,21% dalam 24 jam terakhir dan dalam sepekan, harganya telah melesat 22,77%. Total market cap aset kripto mencapai US$ 2,38 triliun, naik 1,46% dalam 24 jam terakhir.

CEO Indodax Oscar Darmawan kenaikan BTC didorong momentum halving dan ETF Bitcoin Spot. Momentum halving juga mendorong kenaikan pada aset kripto lainnya yang mendongkrak market cap global.


Menurutnya, hal itu disebabkan tingginya harga BTC menjelang halving.

Baca Juga: Harga Bitcoin Diprediksi Mencapai Rp 1,5 miliar pada 2024

"Sehingga investor beralih membeli koin-koin altcoin yang harganya lebih murah," ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (29/1).

Nah, Oscar pun menyarankan investor yang memburu koin yang lebih murah bisa melirik Ethereum (ETH). Terlebih, harganya sudah meningkat hingga dua kali lipat tahun ini.

Adapun saat ini harga ETH di US$ 3.465 naik 1,22% dari 24 jam yang lalu. Sementara dalam sepekan harganya telah naik 11,60%.

Trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur menambahkan, altcoin yang cukup menarik untuk diperhatikan adalah Ripple (XRP), Cardano (ADA), dan Dogecoin (DOGE). 

"Koin di bawah US$ 1 akan mengalami beberapa perubahan dalam beberapa minggu ke depan.

Baca Juga: Harga Bitcoin Dekati Rp 1 Miliar, Penting Peningkatan Literasi Menyambut Halving Day

Ia mencontohkan XRP yang sebelumnya menang melawan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) di pengadilan pada Juli lalu. Perangnya dengan SEC akan berlanjut ke fase terakhir pada April 2024.

Harga XRP juga dalam tren kenaikan di US$ 0,62 atau naik 15,82% dalam sepekan terakhir. Harga ADA tercatat di 0,76 atau melesat 30,06% dalam sepekan dan DOGE di US$ 0,16 atau meroket 86,52% dalam sepekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi