Harga Bitcoin Tembus Rp 1 Miliar, Terdorong Dana Segar ke Bitcoin ETF



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bitcoin (BTC) kembali berada di level lebih dari Rp 1 miliar atau US$ 65.122 hingga Senin (4/3) pukul 17.03 WIB. Dana segar yang mengalir ke industri Bitcoin ETF menjadi pendorong kenaikan harga BTC belakangan ini.

Bitcoin mendekati harga tertingginya (ATH) dalam dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi pada bulan November 2021 di posisi US$ 68.999. Sementara dalam rupiah, Bitcoin telah menembus harga tertingginya yang didorong oleh pertumbuhan pesat pasar Bitcoin secara global.

Country Manager Interim Luno Indonesia, Aditya Wirawan, mengamati bahwa momentum bullish di pasar Bitcoin ini sebagian besar didukung oleh sentimen positif pasca persetujuan spot ETF Bitcoin oleh Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) di AS. Dimana, aliran dana yang masuk ke dalam ETF Bitcoin tersebut mendukung kenaikan BTC.


Di samping itu, perusahaan pemilik Bitcoin terbesar saat ini, MicroStrategy, telah menambah 3.000 token bitcoin yang bernilai setara dengan US$ 155 juta atau sekitar Rp 2,4 triliun. Sehingga, ini meningkatkan kepemilikan Bitcoin mereka menjadi 193.000 koin. Pembelian ini dilakukan di antara tanggal 15 Februari - 25 Februari lalu.

Baca Juga: Harga Bitcoin Kembali Mendekati Rp 1 Miliar, Begini Saran untuk Investor Kripto

Aditya memperhatikan bahwa terkait pergerakan Bitcoin ke depannya, para analis memprediksi bakal terjadi koreksi harga usai tren naik tersebut. Namun, prediksi terkait koreksi ini pun cukup sulit dilakukan akibat sifat dinamika pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Penting untuk diperhatikan juga bahwa meskipun halving Bitcoin yang akan terjadi di bulan April ini biasanya diikuti pergerakan harga yang positif, namun riwayat kinerja sebelumnya bukanlah indikator kinerja di masa depan.

“Faktor-faktor yang mempengaruhi harga dan kapitalisasi pasar Bitcoin bisa dibilang hanya baru-baru ini terjadi, sehingga kepastian bahwa tren pergerakan naik ini akan berlangsung selama jangka waktu panjang sangat sulit diprediksi,” ucap Aditya dalam siaran pers, Senin (4/3).

Oleh karena itu, Aditya bilang, momentum positif pasar aset kripto ini harus diiringi dengan edukasi. Luno sebagai exchange kripto juga selalu mendorong investor untuk selalu mempelajari dan menerapkan pengambilan keputusan yang bijak sebelum berinvestasi.

“Karena sifat volatil dari aset kripto, kami menyarankan para investor untuk tidak menginvestasikan uang lebih dari kemampuan mereka,” imbuh Aditya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi