Harga Bitcoin Terjungkal ke Bawah US$ 40.000, Bisa Melorot Lagi?



KONTAN.CO.ID - Harga Bitcoin terjungkal ke bawah US$ 40.000 dan sempat menyentuh level US$ 38.000. Apakah masih bisa melorot lagi?

Mengacu data CoinMarketCap pada Senin (18/4), harga Bitcoin sempat ada di US$ 38.696,19. Tapi, pukul 21.40 WIB, bangkit ke US$ 39.464,18.

Penjualan mata uang kripto terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar itu terkait musim pelaporan pajak AS menjadi salah satu penyebab harga Bitcoin jatuh. 


Untuk warga AS, batas waktu menyerahkan laporan pajak adalah 18 April 2022. Tahun lalu, pelaku pasar menjual aset digital selama musim pelaporan pajak, antara 1 Januari dan 15 April.

"Penjualan terkait pajak pasti memainkan peran dalam beberapa pekan terakhir," kata Jeff Anderson, CIO Folkvang Trading, kepada CoinDesk. 

Baca Juga: Miliarder Ini Sebut Warren Buffett sebagai Musuh No.1 Bitcoin

Hanya, menurut George Liu, Head of Derivatives Babel Finance, korelasi Bitcoin dengan saham bisa menjadi alasan yang lebih dominan di balik penurunan di bawah US$ 40.000.

"Masalah pajak telah diketahui dan diantisipasi di pasar, jadi kami tidak melihat itu sebagai faktor penentu untuk penurunan harga saat ini," ujarnya .

"Pada dasarnya, korelasi jangka pendek antara Bitcoin dan saham AS telah mencapai puncak baru," ungkap dia, seperti dikutip CoinDesk.

Joe DiPasquale, CEO BitBull, pesimistis dengan pergerakan Bitcoin pekan ini, dengan mencatat supprot bisa terbentuk jauh di bawah US$ 40.000. 

"Hal-hal sangat bullish masih belum terlihat untuk Bitcoin, dan Bitcoin terus mencari reaksi di sekitar US$ 37.000," katanya kepada CoinDesk. 

"Untuk setiap pergerakan ke atas, Bitcoin perlu mengonsolidasikan sekitar US$ 42.000 dalam pekan ini, skenario yang tidak mungkin terjadi tanpa ada berita atau katalis utama," ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: S.S. Kurniawan