Harga broiler dan DOC masih tinggi, cek rekomendasi saham Malindo Feedmill (MAIN)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) meningkat di sepanjang kuartal I tahun ini. Emiten poultry ini mampu membukukan pendapatan sebesar Rp 2,14 triliun, atau meningkat 26,7% secara year on year (yoy).

Tak hanya moncer dari sisi pendapatan, MAIN juga mencatatkan kenaikan laba bersih hingga lebih dari 500% secara yoy menjadi Rp 88,92 miliar. Peningkatan tersebut didorong peningkatan penjualan pakan, DOC, dan produk broiler karena permintaan ayam yang terus membaik selama kuartal tersebut.

Analis Samuel Sekuritas Nasrullah Putra Sulaeman mengatakan, pencapaian top line MAIN sejauh ini sudah in-line dengan proyeksi Samuel Sekuritas, yakni memenuhi 26% dari proyeksi sepanjang tahun 2021 (FY21F). Namun, dari sisi bottom line, justru ternyata jauh di atas ekspektasi, yakni 58.1% proyeksi FY21F


“Tingginya perolehan laba MAIN utamanya disebabkan oleh harga broiler dan DOC yang berada di level yang tinggi selama kuartal I-2021. Hal ini pada akhirnya mendorong ekspansi marjin yang terjadi pada segmen broiler dan DOC,” kata Nasrullah kepada Kontan.co.id, Rabu (2/6).

Baca Juga: Kinerja kuartal I ciamik, simak harapan Malindo Feedmill (MAIN) di sisa tahun ini

Analis Phillip Sekuritas Michael Filbery dalam risetnya pada 19 Mei menuliskan, secara umum, pertumbuhan top line MAIN pada kuartal I-2021 didukung oleh kenaikan average selling price (ASP) broiler dan DOC yang masing-masing naik 15,6% dan 37,7% secara year on year (yoy). Tak hanya ASP yang naik, penjualan broiler dan DOC pun masing-masing naik 34,8% dan 58,1% secara yoy.

“Kami melihat ada peluang harga ASP broiler masih akan kembali naik pada kuartal II-2021. Hal ini didukung oleh tingginya permintaan selama bulan puasa dan program culling pemerintah yang terus berlangsung sepanjang kuartal I-2021 kemarin,” ujar Michael.

Selain pertumbuhan pada penjualan pada segmen broiler dan DOC, MAIN juga kembali melanjutkan pertumbuhan penjualan pada segmen feedmill dengan mencatatkan pertumbuhan 12,1% secara qoq dan 21% secara yoy. Michael menyebutkan, pertumbuhan ini sekaligus melanjutkan pemulihan penjualan pada segmen feedmill yang sudah berlangsung sejak kuartal III-2020.

Menurutnya, kenaikan penjualan feedmill kali ini didorong oleh kuantitas penjualan yang naik 15,7% secara yoy dan naiknya ASP sebesar 6,3%. Namun, kenaikan ASP tersebut sebenarnya belum sepenuhnya mengalihkan biaya dan margin segmen feedmill ke pelanggan karena kenaikan harga soybean meal yang signifikan sepanjang kuartal I-2021.

“Hasilnya, OPM segmen feedmill justru turun ke level 5,21% berbanding 10,9% pada kuartal I-2020. Berbeda dengan emiten poultry lainnya, kenaikan harga bahan baku tersebut akan menjadi tantangan bagi margin segmen feedmill MAIN pada tahun ini jika kenaikan harga kedelai berlanjut di kuartal II-2021,” tambah Michael.

Senada, Nasrullah juga meyakini, kenaikan harga bahan baku adalah risiko yang berpotensi menghambat kinerja MAIN pada tahun ini. Pasalnya, MAIN memiliki kontribusi dari segmen feedmill yang besar, yakni sekitar 65% pada kuartal I-2021. Oleh karena itu, kenaikan harga bahan baku dikhawatirkan Nasrullah dapat menekan profitabilitas dari segmen feedmill.

Walau dibayangi risiko tersebut, Nasrullah optimistis, kinerja MAIN pada tahun ini akan lebih baik dibanding tahun lalu. Faktor pendorong utamanya adalah meningkatnya permintaan daging ayam akibat pemulihan ekonomi, selain itu program culling yang terjadi selama tahun ini akan membuat harga broiler dan DOC stabil pada level yang tinggi.

“Dengan pemulihan di sektor hotel, restoran, dan cafe, permintaan ayam akan kembali naik dan membuat penjualan MAIN pada tahun ini bisa mencapai Rp 8,03 triliun atau naik 15,4% yoy dibanding tahun lalu,” kata Nasrullah.

Sementara dari sisi bottom line, ia memproyeksikan, MAIN akan mengantongi Rp 192 miliar pada tahun ini seiring dengan ekspansi marjin yang masih akan berlanjut.

Nasrullah pun memberikan rekomendasi beli saham MAIN dengan target harga Rp 1.100 per saham. Sementara Michael memberi saran untuk beli dengan target harga Rp 1.300 per saham. Adapun saham MAIN diperdagangkan menguat 2,89% ke Rp 890 per saham pada Rabu (2/6).

Selanjutnya: Kinerja apik pada kuartal I-2021, berikut rekomendasi saham Malindo Feedmill (MAIN)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat