KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) tengah memperkuat distribusi cabai rawit merah dari daerah surplus ke wilayah yang mengalami kenaikan harga. Pasalnya, harga cabai rawit merah masih menembus Rp 100.000 per kilogram (kg) di sejumlah pasar, meski rata-rata nasional turun 0,62% menjadi Rp 92.111 per kg pada pekan ketiga Oktober 2026 dari Rp 92.685 per kg pada pekan sebelumnya. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Brigjen Pol Hermawan mengatakan, harga cabai rawit merah di sejumlah daerah masih menjadi perhatian pemerintah karena harga setempat dapat lebih tinggi daripada rata-rata nasional. “Penurunan ini belum membuat harganya ideal, sehingga cabai rawit tetap menjadi prioritas pengendalian kami,” ujar Hermawan kepada KONTAN, Senin (26/10/2026). Baca Juga: Produksi Sawit RI Terancam Turun 2,2 Juta Ton pada 2027, Ekspor Bisa Susut Selain cabai rawit merah, pergerakan harga sejumlah komoditas pangan pada pekan ketiga Oktober juga bervariasi. Harga cabai merah keriting turun 0,34% menjadi Rp 78.665 per kg dari sekitar Rp 78.933 per kg pada pekan sebelumnya. Harga daging ayam ras turun 1,13% menjadi Rp 39.986 per kg dari sekitar Rp 40.443 per kg, sedangkan telur ayam ras turun 0,29% menjadi Rp 28.371 per kg dari sekitar Rp 28.454 per kg. Penurunan juga terjadi pada harga bawang putih bonggol sebesar 0,25% menjadi Rp 36.504 per kg dari sekitar Rp 36.596 per kg. Harga gula konsumsi turun 0,70% menjadi Rp 18.844 per kg dari sekitar Rp 18.977 per kg, sementara Minyakita turun 0,01% menjadi Rp 16.866 per liter. Sebaliknya, harga cabai merah besar naik 4,87% menjadi Rp 65.637 per kg dari sekitar Rp 62.589 per kg. Harga bawang merah meningkat 0,34% menjadi Rp 34.367 per kg dari sekitar Rp 34.251 per kg. Adapun harga daging sapi murni relatif stabil di Rp 145.743 per kg, naik 0,03% dari sekitar Rp 145.699 per kg. Pemerintah mendorong distribusi cabai dari daerah surplus ke wilayah berharga tinggi melalui Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dan kerja sama antardaerah. Hermawan menyebut kesinambungan panen dan pemerataan distribusi menjadi tantangan dalam menjaga harga cabai dan bawang. “Pasokan pangan nasional dalam kondisi terjaga. Untuk cabai dan bawang, tantangan utamanya adalah menjaga kesinambungan panen dan pemerataan distribusi antardaerah,” ungkap Hermawan. Selain distribusi antardaerah, Bapanas menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga keterjangkauan harga pangan. Hingga 23 Oktober 2026, GPM telah terlaksana sebanyak 11.822 kali di 38 provinsi. Pada 25–31 Oktober 2026, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di 140 lokasi, terutama di daerah dengan harga pangan relatif tinggi.
Harga Cabai Tembus Rp 100.000 per Kg, Bapanas Genjot Distribusi Antar Daerah
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) tengah memperkuat distribusi cabai rawit merah dari daerah surplus ke wilayah yang mengalami kenaikan harga. Pasalnya, harga cabai rawit merah masih menembus Rp 100.000 per kilogram (kg) di sejumlah pasar, meski rata-rata nasional turun 0,62% menjadi Rp 92.111 per kg pada pekan ketiga Oktober 2026 dari Rp 92.685 per kg pada pekan sebelumnya. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Brigjen Pol Hermawan mengatakan, harga cabai rawit merah di sejumlah daerah masih menjadi perhatian pemerintah karena harga setempat dapat lebih tinggi daripada rata-rata nasional. “Penurunan ini belum membuat harganya ideal, sehingga cabai rawit tetap menjadi prioritas pengendalian kami,” ujar Hermawan kepada KONTAN, Senin (26/10/2026). Baca Juga: Produksi Sawit RI Terancam Turun 2,2 Juta Ton pada 2027, Ekspor Bisa Susut Selain cabai rawit merah, pergerakan harga sejumlah komoditas pangan pada pekan ketiga Oktober juga bervariasi. Harga cabai merah keriting turun 0,34% menjadi Rp 78.665 per kg dari sekitar Rp 78.933 per kg pada pekan sebelumnya. Harga daging ayam ras turun 1,13% menjadi Rp 39.986 per kg dari sekitar Rp 40.443 per kg, sedangkan telur ayam ras turun 0,29% menjadi Rp 28.371 per kg dari sekitar Rp 28.454 per kg. Penurunan juga terjadi pada harga bawang putih bonggol sebesar 0,25% menjadi Rp 36.504 per kg dari sekitar Rp 36.596 per kg. Harga gula konsumsi turun 0,70% menjadi Rp 18.844 per kg dari sekitar Rp 18.977 per kg, sementara Minyakita turun 0,01% menjadi Rp 16.866 per liter. Sebaliknya, harga cabai merah besar naik 4,87% menjadi Rp 65.637 per kg dari sekitar Rp 62.589 per kg. Harga bawang merah meningkat 0,34% menjadi Rp 34.367 per kg dari sekitar Rp 34.251 per kg. Adapun harga daging sapi murni relatif stabil di Rp 145.743 per kg, naik 0,03% dari sekitar Rp 145.699 per kg. Pemerintah mendorong distribusi cabai dari daerah surplus ke wilayah berharga tinggi melalui Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dan kerja sama antardaerah. Hermawan menyebut kesinambungan panen dan pemerataan distribusi menjadi tantangan dalam menjaga harga cabai dan bawang. “Pasokan pangan nasional dalam kondisi terjaga. Untuk cabai dan bawang, tantangan utamanya adalah menjaga kesinambungan panen dan pemerataan distribusi antardaerah,” ungkap Hermawan. Selain distribusi antardaerah, Bapanas menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga keterjangkauan harga pangan. Hingga 23 Oktober 2026, GPM telah terlaksana sebanyak 11.822 kali di 38 provinsi. Pada 25–31 Oktober 2026, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di 140 lokasi, terutama di daerah dengan harga pangan relatif tinggi.
TAG: