KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga chip memori mulai menekan biaya produksi PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) pada 2026. Tekanan tersebut terjadi karena pasokan chip memori terbatas, di tengah meningkatnya permintaan teknologi berbasis artificial intelligence (AI). Kondisi ini mendorong kenaikan harga komponen random access memory (RAM) dan NAND sejak Oktober 2025 hingga Juli 2026. Finance Manager & Corporate Secretary Zyrexindo Mandiri Buana, Evan Jordan mengatakan, kenaikan harga komponen tersebut memberikan tekanan terhadap harga pokok penjualan (HPP) produk Zyrex. "Sejak Oktober 2025 hingga Juli 2026, harga komponen RAM dan NAND tercatat meningkat signifikan, tergantung kategori dan spesifikasi produk. Hal ini tentu berdampak signifikan terhadap HPP produk," kata Evan kepada KONTAN, Selasa (18/8/2026). Baca Juga: Pasokan Chip Ketat, Persaingan Brand Smartphone dan Laptop Makin Sengit Kondisi tersebut membuat perseroan tidak lagi dapat sepenuhnya menyerap kenaikan biaya komponen. Zyrex pun mulai melakukan penyesuaian harga pada beberapa produk laptop. Sebelumnya, perseroan telah mengantisipasi kenaikan harga komponen sejak Oktober 2025. Langkah tersebut membuat Zyrex masih dapat menjaga harga produknya tetap kompetitif hingga akhir 2025. Namun, memasuki 2026, kenaikan harga komponen semakin signifikan. Perseroan perlu menyesuaikan harga untuk menjaga keseimbangan antara daya saing produk dan margin usaha. Baca Juga: Chip Makin Mahal, Persaingan Vendor Smartphone dan Laptop Makin Ketat "Meski demikian, Perseroan tetap berupaya menjaga keseimbangan antara daya saing harga, kebutuhan pelanggan, dan keberlanjutan margin usaha, antara lain melalui pengelolaan biaya dan penyesuaian strategi produk sesuai dengan kondisi pasar," ujarnya. Di tengah tekanan tersebut, Zyrex tetap memperkuat product mix sesuai kebutuhan dan daya beli masing-masing segmen. Langkah ini menjadi strategi perseroan untuk menjaga penjualan sekaligus mengelola tekanan biaya produksi. Perseroan juga melihat kebutuhan perangkat komputasi dari sektor pemerintahan, korporasi, pendidikan, dan ritel masih memberikan peluang pertumbuhan hingga akhir 2026. Dengan strategi pengelolaan biaya dan penyesuaian produk, Zyrex berharap dapat mempertahankan daya saing di tengah kenaikan harga komponen memori.
Harga Chip Memori Naik, Zyrex Sesuaikan Harga Laptop
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga chip memori mulai menekan biaya produksi PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) pada 2026. Tekanan tersebut terjadi karena pasokan chip memori terbatas, di tengah meningkatnya permintaan teknologi berbasis artificial intelligence (AI). Kondisi ini mendorong kenaikan harga komponen random access memory (RAM) dan NAND sejak Oktober 2025 hingga Juli 2026. Finance Manager & Corporate Secretary Zyrexindo Mandiri Buana, Evan Jordan mengatakan, kenaikan harga komponen tersebut memberikan tekanan terhadap harga pokok penjualan (HPP) produk Zyrex. "Sejak Oktober 2025 hingga Juli 2026, harga komponen RAM dan NAND tercatat meningkat signifikan, tergantung kategori dan spesifikasi produk. Hal ini tentu berdampak signifikan terhadap HPP produk," kata Evan kepada KONTAN, Selasa (18/8/2026). Baca Juga: Pasokan Chip Ketat, Persaingan Brand Smartphone dan Laptop Makin Sengit Kondisi tersebut membuat perseroan tidak lagi dapat sepenuhnya menyerap kenaikan biaya komponen. Zyrex pun mulai melakukan penyesuaian harga pada beberapa produk laptop. Sebelumnya, perseroan telah mengantisipasi kenaikan harga komponen sejak Oktober 2025. Langkah tersebut membuat Zyrex masih dapat menjaga harga produknya tetap kompetitif hingga akhir 2025. Namun, memasuki 2026, kenaikan harga komponen semakin signifikan. Perseroan perlu menyesuaikan harga untuk menjaga keseimbangan antara daya saing produk dan margin usaha. Baca Juga: Chip Makin Mahal, Persaingan Vendor Smartphone dan Laptop Makin Ketat "Meski demikian, Perseroan tetap berupaya menjaga keseimbangan antara daya saing harga, kebutuhan pelanggan, dan keberlanjutan margin usaha, antara lain melalui pengelolaan biaya dan penyesuaian strategi produk sesuai dengan kondisi pasar," ujarnya. Di tengah tekanan tersebut, Zyrex tetap memperkuat product mix sesuai kebutuhan dan daya beli masing-masing segmen. Langkah ini menjadi strategi perseroan untuk menjaga penjualan sekaligus mengelola tekanan biaya produksi. Perseroan juga melihat kebutuhan perangkat komputasi dari sektor pemerintahan, korporasi, pendidikan, dan ritel masih memberikan peluang pertumbuhan hingga akhir 2026. Dengan strategi pengelolaan biaya dan penyesuaian produk, Zyrex berharap dapat mempertahankan daya saing di tengah kenaikan harga komponen memori.