Harga CPO Berpotensi Pulih, Simak Rekomendasi Saham Emiten Sawit



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek emiten kelapa sawit pada Semester II-2026 masih positif seiring potensi pemulihan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Implementasi kebijakan biodiesel B50 dan ancaman El Nino berpotensi menopang harga CPO hingga akhir tahun.

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, implementasi B50 berpotensi menjadi katalis positif bagi harga CPO karena meningkatkan penyerapan di pasar domestik dan mengurangi ruang ekspor.


"Implementasi B50 berpotensi menjadi katalis positif bagi harga CPO karena meningkatkan penyerapan domestik dan mengurangi ruang ekspor," ujarnya kepada Kontan, Kamis (27/8/2026).

Baca Juga: Emiten CPO Catat Kinerja Positif, Cermati Saham Rekomendasi Analis

Di sisi lain, Azis menilai fenomena El Nino juga berpotensi memperketat pasokan CPO apabila berdampak terhadap produktivitas perkebunan. Namun, dampaknya terhadap harga CPO akan bergantung pada intensitas El Nino dan realisasi implementasi B50.

Menurut Azis, kenaikan harga CPO berpeluang memperbaiki margin dan laba emiten sawit, terutama bagi produsen yang memiliki eksposur besar terhadap penjualan CPO dan mampu menjaga biaya produksi.

"Kenaikan harga CPO berpotensi memperbaiki margin dan laba emiten, terutama bagi produsen dengan eksposur besar pada penjualan CPO dan biaya produksi yang relatif terkendali," katanya.

Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan biaya pupuk, tenaga kerja, serta potensi kenaikan biaya produksi. Jika harga CPO mampu bertahan pada level tinggi sepanjang Semester II-2026, peluang peningkatan proyeksi laba atau earnings upgrade dinilai masih terbuka.

Azis menambahkan, seluruh emiten CPO berpotensi memperoleh manfaat dari kenaikan harga komoditas dan sentimen B50. Namun, ia melihat PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) masih memiliki prospek yang menarik.

Baca Juga: Prospek Saham Triputra Agro (TAPG) Masih Menarik Meski Harga CPO Bergejolak

"Semua emiten CPO ini masih akan bisa diuntungkan dari dua-duanya dan masih berpotensi meningkatkan earnings," ujarnya.

Untuk DSNG, Azis memberikan rekomendasi buy dengan target harga Rp1.695 per saham.

Sementara itu, analis PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Halima Yefany dan Aurelia Barus mempertahankan pandangan overweight terhadap sektor sawit.

Keduanya memperkirakan prospek harga CPO mulai membaik pada Semester II-2026, meski proyeksi harga tahun ini direvisi lebih rendah.

Dalam risetnya, IPOT mencatat laba bersih inti atau core net profit gabungan emiten sawit yang menjadi cakupan riset mencapai Rp5 triliun pada Semester I-2026, tumbuh 11% secara tahunan.