Harga CPO berpotensi terus menguat dan menguji level RM 2.700 per ton



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seminggu terakhir merupakan pekan yang baik untuk harga crude palm oil (CPO). Pasalnya harga CPO mencatat lonjakan signifikan dan pada penutupan perdagangan Jumat (17/7), harga CPO untuk kontrak pengiriman Oktober 2020 di Bursa Malaysia Derivatif telah berada di level RM 2.614 per ton.

Level tersebut merupakan yang tertinggi dalam lima bulan terakhir, atau tepatnya sejak 21 Februari silam. Analis Central Capital Futures Wahyu Laksono mengatakan naiknya harga CPO didorong oleh adanya kekhawatiran mengenai produksi yang turun.

Di sisi lain, dari segi permintaan justru mulai meningkat. “Ekspor CPO Malaysia pada 1-15 Juli telah turun 9-10% dibanding bulan sebelumnya yang mengindikasikan adanya penurunan produksi. Penguatan juga didorong oleh sentimen biodiesel,” ujar Wahyu kepada Kontan.co.id, Minggu (19/7).


Baca Juga: Inilah hasil pengujian bahan bakar 100% sawit buatan kilang Dumai Pertamina

Wahyu mengatakan, PT Pertamina telah berhasil memproduksi batch pertama biodiesel yang terbuat dari 100% CPO (D100) di kilang minyak Dumai pada pekan lalu. Ke depan, rencananya Pertamina berencana akan memproduksi D100 dengan target 1.000 barrels per day.

Oleh sebab itu, Wahyu menilai dengan membaiknya sentimen komoditas global, permintaan CPO yang meningkat, serta sentimen biodiesel, harga CPO masih akan bisa kembali naik.

Hanya saja, Wahyu bilang, ada kecenderungan pada kuartal III-2020, jumlah persediaan akan kembali ke level dua juta ton pada bulan berikutnya mengingat industri akan masuk ke puncak produksi. Dengan kondisi tersebut, permintaan ekspor akan melemah karena aktivitas restocking yang juga melemah pada bulan depan.

Baca Juga: Malaysia ajukan kasus sawit ke WTO, sektor perkebunan melesat paling tinggi

“Sehingga harga CPO ke depan akan mengalami rebound terbatas dengan ancaman koreksi di higher level. Saat ini CPO akan menguji level RM 2.700 per ton, namun level RM 2.400-RM 2.500 per ton bisa jadi merupakan level konsolidasinya,” jelas Wahyu.

Dengan kondisi ini, Wahyu merekomendasikan strategi trading jika dekat atau di bawah RM 2.400 per ton bisa buy on weakness. Sementara jika dekat atau di atas RM 2.700 per ton bisa sell on strength.

Baca Juga: Suplai berkurang, harga CPO mampu menembus RM 2.616 per ton

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati