Harga CPO melonjak, Austindo Nusantara (ANJT) optimistis bukukan kinerja cemerlang



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Harga minyak sawit alias crude palm oil (CPO) mencetak rekor tertinggi baru. Pasokan CPO yang masih rendah menjadi penyebab utama kenaikan harga CPO sepanjang tahun 2021.

Informasi sebelumnya di Kontan, Selasa (5/10), harga CPO kontrak pengiriman Desember 2021 berada di RM 4.738 per ton, atau naik 3,36% dari hari sebelumnya. Harga CPO di bursa Derivatif Malaysia tersebut merupakan level tertinggi sepanjang sejarah.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Direktur Utama PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) Lucas Kurniawan menyampaikan kenaikan harga CPO yang signifikan hingga September 2021 dibandingkan dengan tahun 2020, berpengaruh signifikan terhadap kenaikan pendapatan dan laba bersih ANJT di tahun 2021 ini jika, dibandingkan dengan tahun lalu. 


Namun, Lucas tidak menjelaskan secara rinci pengaruh terhadap kenaikan pendapatan dan laba bersih ANJT dari kenaikan harga CPO.

Baca Juga: Ini strategi Austindo Nusantara Jaya (ANJT) dongkrak kinerja di tahun 2021

Lucas bilang walaupun kenaikan harga CPO juga diimbangi dengan kenaikan bea keluar dan juga pungutan ekspor CPO pada bulan September 2021 mencapai masing-masing sebesar US$ 166 per ton dan US$ 175 per ton, Grup ANJT akan mencatat hasil yang akan jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu dikarenakan kenaikan harga tersebut.

“Produksi CPO dan Palm Kernel (PK) kami hingga Agustus 2021 mencapai masing-masing sebesar 178.353 ton dan 34.947 ton atau mengalami kenaikan masing-masing sebesar 14,8% dan 12,4% dibanding periode yang sama tahun lalu,” jelas Lucas kepada Kontan.co.id, Selasa (12/10).

Lucas menjelaskan, proyeksi kenaikan pendapatan dan laba bersih ANJT pada tahun 2021 disebabkan oleh kenaikan harga jual rata-rata CPO dan PK serta kenaikan volume produksi seperti produksi CPO dan PK.

Dia bilang kontribusi terbesar bagi ANJT untuk semester II-2021 oleh segmen kelapa sawit sebesar 99%, sedangkan segmen edamame, sagu dan energi terbarukan berkontribusi sebesar 1%.

“Saat ini kami sedang melakukan tinjauan ulang atas target produksi untuk masing-masing komoditas sejalan dengan tinjauan ulang mengenai target kinerja keuangan tahun 2021,” pungkas dia.

Selanjutnya: Semester I 2021, Austindo Nusantara Jaya (ANJT) cetak laba bersih US$ 12,6 juta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli