KUALA LUMPUR. Harga minyak sawit alias crude palm oil (CPO) melorot ke level terendah dalam tiga bulan terakhir. Minat beli investor merosot lantaran dollar AS menguat, yang dipicu kekhawatiran krisis utang Eropa bakal memburuk. Apalagi, perlambatan ekonomi di Cina kian mendalam.Kontrak CPO untuk pengiriman Juli di Malaysia Derivatives Exchange sempat tumbang 1,8% ke RM 3.215 atau setara US$ 1.045 per metrik ton. Ini level terendah sejak 17 Februari lalu. Kemudian, kontrak yang sama mengakhiri sesi perdagangan pagi di level RM 3.230 per metrik ton. Pasar cemas, ketidakpastian politik di Yunani bisa memicu krisis Eropa kian memburuk. Dikabarkan, pejabat Eropa mulai mempertimbangkan dampak dari kemungkinan penarikan Yunani dari kesatuan Euro, di saat pihak berwenang di Athena berjuang membentuk pemerintahan.Sementara itu, isu perlambatan ekonomi China juga turut memicu jatuhnya harga CPO. Pemerintah China memutuskan kembali memangkas cadangan risiko perbankan untuk ketiga kali dalam enam bulan terakhir. Kebijakan itu dilakoni demi mendongkrak pertumbuhan ekonominya yang sudah melambat hingga enam kuartal berturut-turut."Terjadi tekanan pada komoditas karena dollar yang kuat, dan harga minyak sawit tidak mampu bertahan. Apalagi, ekspor Malaysia dalam 10 hari pertama juga tidak bagus," ujar Ryan Long, vice president of futures and options di OSK Holdings Bhd. Intertek melaporkan, dalam 10 hari pertama di bulan ini, ekspor Malayssia surut 6% menjadi 450.269 ton.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Harga CPO melorot ke level terendah tiga bulan
KUALA LUMPUR. Harga minyak sawit alias crude palm oil (CPO) melorot ke level terendah dalam tiga bulan terakhir. Minat beli investor merosot lantaran dollar AS menguat, yang dipicu kekhawatiran krisis utang Eropa bakal memburuk. Apalagi, perlambatan ekonomi di Cina kian mendalam.Kontrak CPO untuk pengiriman Juli di Malaysia Derivatives Exchange sempat tumbang 1,8% ke RM 3.215 atau setara US$ 1.045 per metrik ton. Ini level terendah sejak 17 Februari lalu. Kemudian, kontrak yang sama mengakhiri sesi perdagangan pagi di level RM 3.230 per metrik ton. Pasar cemas, ketidakpastian politik di Yunani bisa memicu krisis Eropa kian memburuk. Dikabarkan, pejabat Eropa mulai mempertimbangkan dampak dari kemungkinan penarikan Yunani dari kesatuan Euro, di saat pihak berwenang di Athena berjuang membentuk pemerintahan.Sementara itu, isu perlambatan ekonomi China juga turut memicu jatuhnya harga CPO. Pemerintah China memutuskan kembali memangkas cadangan risiko perbankan untuk ketiga kali dalam enam bulan terakhir. Kebijakan itu dilakoni demi mendongkrak pertumbuhan ekonominya yang sudah melambat hingga enam kuartal berturut-turut."Terjadi tekanan pada komoditas karena dollar yang kuat, dan harga minyak sawit tidak mampu bertahan. Apalagi, ekspor Malaysia dalam 10 hari pertama juga tidak bagus," ujar Ryan Long, vice president of futures and options di OSK Holdings Bhd. Intertek melaporkan, dalam 10 hari pertama di bulan ini, ekspor Malayssia surut 6% menjadi 450.269 ton.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News