Harga CPO Turun, Dharma Satya Nusantara (DSNG) Fokus Kerek Produksi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) fokus menggenjot produksi dan ekspansi di 2023. Hal ini seiring sentimen pelemahan harga minyak sawit mentah (CPO) tahun ini.

Padahal, tahun lalu DSNG berhasil mencetak kinerja positif. DSNG membukukan penjualan sebesar Rp 9,63 triliun, naik 35% dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp 7,12 triliun.

Adapun laba bersih DSNG sebesar Rp 1,21 triliun. Laba itu tumbuh 63% dibandingkan laba tahun 2021 lalu sebesar Rp 739,6 miliar.


Direktur Dharma Satya Nusantara Jenti Widjaja mengatakan, untuk target kinerja keuangan tahun ini masih tergantung harga CPO.  "Perkiraan kami harga CPO mungkin lebih rendah daripada 2022," ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (1/3).

Baca Juga: Dharma Satya Nusantara (DSNG) Raup Laba Rp 1,21 Triliun Sepanjang Tahun 2022

Jenti menilai, harga CPO diperkirakan masih turun karena permintaan global melemah. Oleh sebab itu, DSNG masih mengkaji target kinerja tahun ini.

Berdasarkan data Bloomberg, harga CPO pada Rabu (1/3) pukul 3.14 WIB tercatat sebesar MYR 4.199/ton. Harga tersebut menguat dari hari sebelumnya di level MYR 4.142/ton. Sementara pada akhir tahun 2022, harga CPO berada di MYR 4.140/ton.

Yang jelas, DSNG membidik pertumbuhan produksi 10% di 2023. Ini seiring dengan rencana Dharma Satya yang akan lebih menitikberatkan pada perbaikan kinerja produksi TBS dan CPO.

Apalagi sepanjang tahun 2021 hingga semester pertama 2022, area terbesar perkebunan DSNG di Kalimantan Timur mengalami penurunan produksi tajam akibat El Nino akhir tahun 2019 lalu. Tapi sejak kuartal ketiga 2022, kondisi berangsur normal dan Dharma Satya akan mengupayakan kinerja kebun kembali optimal.

Tahun lalu, DSNG memproduksi tandan buah segar (TBS) sebanyak 2,21 juta ton, meningkat 13,8% dari tahun sebelumnya sebesar 1,94 juta ton. Produksi CPO juga meningkat 17,5% menjadi 639.480 ton dari sebelumnya 544.280 ton. Produksi palm kernel oil (PKO) juga meningkat 26,1% menjadi 37.970 tons dari sebelumnya 30.103 ton.

Selain peningkatan produksi, DSNG juga akan mulai membangun dua pabrik pabrik kelapa sawit (PKS) baru yang berlokasi di Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara. Masing-masing pabrik nilai investasinya Rp 110 miliar - Rp 120 miliar.

Pembangunan pabrik akan dimulai pada kuartal kedua 2023. Sementara target selesai pada 2025 mendatang. Adapun kapasitas masing-masing pabrik sebesar 30 ton per jam.

DSNG akan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 800 miliar di 2023. Selain mendanai pembangunan pabrik, dana tersebut sebagai capex rutin untuk pembangunan dan perawatan infrastruktur di sekitar kawasan produksi DSNG.

Baca Juga: Sejumlah Emiten Perkebunan Rilis Kinerja 2022, Begini Prospek di 2023

 
DSNG Chart by TradingView

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat