Harga Emas Anjlok 1%, Dipicu Lonjakan Harga Minyak Imbas Kekhawatiran di Selat Hormuz



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas turun lebih dari 1% pada Senin (13/7/2026) karena kekhawatiran akan penutupan Selat Hormuz mendorong harga minyak naik tajam, menghidupkan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga untuk memerangi tekanan inflasi dari Meningkatnya permusuhan di Timur Tengah.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 1,5% menjadi US$ 4.060,49 per ons pada pukul 07.35 GMT. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 1% menjadi US$ 4.069,50.

Pasukan AS dan Iran saling melancarkan serangan rudal dan drone berat. Teheran menargetkan fasilitas AS di negara-negara di seluruh Teluk pada hari Minggu dan mengatakan telah kembali menutup Selat Hormuz.


Baca Juga: Sam Neill, Bintang Jurassic Park Pemeran Dr. Alan Grant, Meninggal Dunia

Harga minyak melonjak sekitar 4%, dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS naik, dan pasar saham di Asia merosot.

"Setiap peningkatan kekerasan di Teluk disertai dengan tekanan pada emas," kata Nicholas Frappell, kepala pasar institusional global di ABC Refinery.

“Pertanyaannya adalah, jika Selat Hormuz tetap tertutup secara efektif atau sebagian, apakah itu akan menyebabkan efek deflasi di masa mendatang, yang sebenarnya dapat mendukung emas jika terjadi penurunan permintaan yang menyebabkan aktivitas ekonomi yang lebih rendah,” tambah Frappell.

Kesaksian tengah tahunan pertama Kevin Warsh di hadapan Kongres sebagai ketua Federal Reserve, bersama dengan serangkaian data ekonomi AS penting, termasuk CPI, PPI, dan penjualan ritel bulan Juni, akan dipantau secara cermat minggu ini untuk mendapatkan petunjuk baru tentang ekonomi, inflasi, dan prospek kebijakan moneter.

Baca Juga: AS dan Iran Saling Serang, Teheran Kembali Tutup Selat Hormuz

Pernyataan dari para pembuat kebijakan Fed, termasuk Wakil Ketua Michelle Bowman dan Gubernur Christopher Waller juga menjadi fokus karena dapat memberikan wawasan tentang bagaimana tekanan inflasi mempengaruhi sikap bank sentral terhadap kenaikan suku bunga.

Para pedagang saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Fed AS pada bulan September sebesar 72%, naik dari sekitar 63% minggu lalu, menurut CME FedWatch Tool.