KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas global mengalami penurunan tajam lebih dari 8%, sempat menembus level US$5.000 per ounce, seiring penguatan dolar menjelang pengumuman Federal Reserve AS oleh Presiden Donald Trump pada Jumat (GMT). Meski demikian, emas tetap berada di jalur untuk mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak 1982. Logam mulia lainnya juga tercatat turun signifikan akibat aksi ambil untung oleh para investor. Spot gold tercatat turun 5,7% menjadi US$5.087,99 per ounce pada pukul 12:57 GMT, setelah sebelumnya menyentuh level terendah US$4.957,54 di sesi yang sama.
Harga Emas Anjlok 8%, Investor Panik atau Peluang Baru?
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas global mengalami penurunan tajam lebih dari 8%, sempat menembus level US$5.000 per ounce, seiring penguatan dolar menjelang pengumuman Federal Reserve AS oleh Presiden Donald Trump pada Jumat (GMT). Meski demikian, emas tetap berada di jalur untuk mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak 1982. Logam mulia lainnya juga tercatat turun signifikan akibat aksi ambil untung oleh para investor. Spot gold tercatat turun 5,7% menjadi US$5.087,99 per ounce pada pukul 12:57 GMT, setelah sebelumnya menyentuh level terendah US$4.957,54 di sesi yang sama.
TAG:
- Investasi Emas
- Logam Mulia
- Federal Reserve
- harga perak
- Donald Trump
- harga platinum
- gold price
- Dolar AS
- Harga emas hari ini
- emas berjangka
- harga emas global
- Spot Gold
- Pasar Komoditas
- Kevin Warsh
- strategi investasi emas
- Harga Palladium
- analisis pasar emas
- Aksi ambil untung emas
- koreksi harga emas
- prospek harga emas 2026
- kenaikan bulanan emas