Harga Emas Anjlok Lagi Sebesar 1%



SINGAPURA. Hari ini, harga emas kembali mengalami penurunan. Tidak tanggung-tanggung, emas ditransaksikan melorot 1% pada perdagangan pagi ini. 

Emas diperdagangkan pada posisi US$ 731,95 per troy ounce. Itu artinya, harga emas sudah turun US$ 1 per troy ounce dari harga penutupan kemarin. Dengan demikian, harga kali ini lebih rendah 30% dari rekor tertingginya pada Maret lalu yang mencapai US$ 1.000 per troy ounce.

“Kita saat ini terpuruk pada level paling bawah. Saya percaya banyak sekali permintaan emas jangka pendek yang dilakukan oleh para spekulan yang terjadi pada level US$ 700 hingga US$ 720. Hal ini secara perlahan akan mengakumulasi nilai emas,” papar William Kwan, bullion director Gold Capital Management.


Dia juga menambahkan, saat ini banyak investor yang masih membeli koin emas. “Investor retail sangat senang membeli emas pada level harga sekarang,” tambahnya.

Meski demikian, murahnya harga emas memicu tingginya penjualan perhiasan dan retail oleh investor di Asia. Hal ini disinyalir dapat mengerem lajunya penurunan si kuning mengkilap ini.

Kwan menjelaskan, permintaan banyak datang dari Thailand, di mana banyak warga yang membeli perhiasan di toko-toko emas Chinatown.

“Kita juga mendengar, banyak orang yang berkunjung ke Thailand hanya untuk membeli emas. Mayoritas dari mereka datang dari Kamboja, Laos dan Vietnam,” jelasnya.

Sementara itu, Yukuji Sonoda, metal analyst Daiichi Commodities di Tokyo memprediksi, harga emas akan bergerak pada kisaran harga US$ 725 hingga US$ 750. “Pasar saham sangat fluktuatif. Makanya, akan terjadi rush untuk beli oleh investor Jepang,” papar Sonoda.

Sekadar mengingatkan, harga emas sudah mengalami peningkatan sebesar 6,2% sepanjang minggu ini dan sempat menyentuh level tertinggi pada posisi US$ 768. Meski demikian, harga kemarin masih jauh lebih rendah dari harga emas Oktober yang mencapai US$ 931.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie