KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas global jatuh lebih dari 2% pada perdagangan Selasa (21/4/2026), terseret penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi, di tengah ketidakpastian arah hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran. Harga emas spot tercatat turun 2,2% ke level US$ 4.712,04 per ons pada pukul 13.46 waktu setempat, menjadi posisi terendah sejak 13 April 2026. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni melemah 2,3% ke US$ 4.719,60 per ons.
Baca Juga: Harga Emas Anjlok Lebih 1%, Tertekan Penguatan Dolar Jelang Data Ketenagakerjaan AS Tekanan terhadap emas datang dari menguatnya dolar AS yang naik 0,2% terhadap mata uang utama lainnya. Kondisi ini membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang selain dolar. Di saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga meningkat, mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Analis RJO Futures Bob Haberkorn mengatakan kombinasi kenaikan imbal hasil dan dolar AS menjadi faktor utama penekan harga emas. Selain itu, derasnya perkembangan berita terkait Iran ikut memperburuk sentimen pasar. “Imbal hasil yang lebih tinggi dan dolar AS menekan emas, ditambah berbagai sinyal yang beragam terkait Iran yang mendorong harga energi naik,” ujarnya. Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump sebelumnya sempat mengirim sinyal keras dengan menyatakan tidak ingin memperpanjang gencatan senjata dengan Iran.
Baca Juga: Harga Emas Mendatar di Tengah Ketegangan AS-Iran, Investor Tunggu Data Inflasi Ia juga menegaskan militer AS siap bertindak jika negosiasi gagal. Pernyataan ini mendorong harga minyak mentah melonjak lebih dari 3%. Kendati ia kemudian mengumumkan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu setelah pasar tutup. Kenaikan harga minyak sejak konflik antara AS dan Israel melawan Iran pada 28 Februari turut memicu kekhawatiran inflasi meningkat. Kondisi ini berpotensi menahan penurunan suku bunga, yang pada akhirnya menjadi sentimen negatif bagi emas, aset yang tidak memberikan imbal hasil. Fokus investor juga tertuju pada sidang konfirmasi calon Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, di Komite Perbankan Senat AS. Warsh mendorong perubahan besar di bank sentral, termasuk pendekatan baru dalam pengendalian inflasi dan perombakan strategi komunikasi kebijakan moneter.
Pasar diperkirakan akan bergerak fluktuatif seiring pelaku pasar mencermati arah kebijakan Fed ke depan.
Baca Juga: Harga Emas Anjlok Lebih 2% Selasa (17/2), Terseret Perkembangan Pembicaraan AS-Iran Penurunan tidak hanya terjadi pada emas. Harga perak spot anjlok 3,9% menjadi US$76,76 per ons, platinum turun 2,7% ke US$2.033,37, dan paladium melemah 0,6% ke US$1.541,56 per ons. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News