KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga emas turun lebih dari 2% pada hari ini karena kenaikan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) lebih lanjut. Senin (28/9/2026) pukul 11.00 WIB, harga emas spot anjlok 2,1% menjadi US$ 4.198,10 per ons troi, menuju penurunan harian terbesar sejak 1 September. Sejalan, harga emas
berjangka untuk kontrak pengiriman Desember 2026 melemah 2,1% menjadi US$ 4.231 per ons troi.
"Tingginya imbal hasil obligasi dan tingginya harga minyak terus menjadi duri dalam daging bagi emas. Harga minyak telah naik karena sinyal yang beragam tentang aliran minyak, yang membuat inflasi tetap menjadi perhatian utama investor," kata Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade.
Baca Juga: Australia Catat Defisit Anggaran A$ 22,3 Miliar di Tahun Keuangan 2025/26 Iran bersikeras bahwa hanya diplomasi yang dapat menyelesaikan konfliknya dengan Amerika Serikat dan Israel, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan ia menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri pertempuran. Harga minyak pun naik. The Fed menaikkan suku bunga awal bulan ini, menaikkan kisaran suku bunga targetnya sebesar seperempat poin persentase menjadi antara 3,75% dan 4%. Para pedagang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS sebesar 68% pada bulan Oktober, menurut FedWatch Tool dari CME. Harga energi yang lebih tinggi dapat memicu inflasi dengan menaikkan biaya di seluruh perekonomian. Emas secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi lingkungan suku bunga yang tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang logam yang tidak menghasilkan imbal hasil ini. Investor akan mengamati serangkaian data pasar tenaga kerja dan inflasi AS minggu ini, termasuk lowongan pekerjaan, laporan ketenagakerjaan ADP, indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), dan data penggajian non-pertanian.
"Inflasi atau angka ketenagakerjaan yang lebih tinggi dari perkiraan dapat terus menekan imbal hasil obligasi dan semakin menekan harga emas," kata Waterer.
Baca Juga: Indeks Nikkei Jepang Melemah Tipis, Investor Hati-hati Jelang Laporan Kinerja Micron Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, mengatakan pada hari Jumat bahwa ia khawatir inflasi yang terus-menerus tinggi berisiko membuat masyarakat Amerika menerima harga yang tinggi sebagai hal yang normal, dan menambahkan bahwa bank sentral tidak dapat membiarkan hal itu terjadi. Di antara logam lainnya, harga perak spot turun 3,4% menjadi US$ 62,08 per ons troi, platinum turun 2,7% menjadi US$ 1.730,78 per ons troi, dan paladium melemah 2,8% menjadi US$ 1.231,46 per ons troi.