Harga emas Antam 24 karat turun, potensi rugi 15% sebulan (12/11)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamis (12/11) harga emas Antam di Butik Emas Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 2.000 per gram, dari sebelumnya Rp 970.000 per gram menjadi Rp 968.000 per gram.

Tanggal Harga Emas per gram Harga Buyback per gram (12/11) Potensi Laba/Rugi
05 November 2020 Rp 1.000.000 Rp 850.000 -15.00% (rugi)
12 Oktober 2020 Rp 1.017.000 Rp 850.000 -16.42% (rugi)
12 Agustus 2020 Rp 1.026.000 Rp 850.000 -17.15% (rugi)
12 Mei 2020 Rp 903.000 Rp 850.000 -5.87% (rugi)
12 Februari 2020 Rp 774.000 Rp 850.000 9.82% (untung)
12 November 2019 Rp 741.000 Rp 850.000 14.71% (untung)
12 Agustus 2019 Rp 749.000 Rp 850.000 13.48% (untung)
12 Mei 2019 Rp 664.000 Rp 850.000 28.01% (untung)
12 Februari 2019 Rp 664.000 Rp 850.000 28.01% (untung)
Di lain sisi, harga buyback emas Antam oleh Logam Mulia turun Rp 4.000 per gram, dari sebelumnya Rp 854.000 per gram menjadi Rp 850.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah Rp 118.000 per gram.

Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback).


Harga emas Antam yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika kita membeli emas dari gerai Logam Mulia. Adapun harga buyback emas Antam adalah harga yang berlaku ketika kita menjual emas kepada gerai Logam Mulia.

Baca Juga: Harga emas fisik terus melorot, begini rekomendasi analis

Jadi, jika kemarin pagi membeli emas dari Antam maka Anda harus membayar Rp 968.000 per gram. Kalau karena suatu sebab tiba-tiba Anda butuh uang sangat mendesak sehingga terpaksa menjual kembali emas tersebut pada siang atau sore hari, jangan kaget emas Anda cuma dihargai Rp 850.000 per gram oleh Logam Mulia.

Siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan. Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.

Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.

Sekadar ilustrasi, berikut ini kalkulasi potensi untung/rugi andaikata para investor emas lantakan pada beberapa kurun waktu.

  • Membeli emas Antam pada 05 November 2020 (Rp 1.000.000 per gram) = -15.00% (rugi)
  • Membeli emas Antam pada 12 Oktober 2020 (Rp 1.017.000 per gram) = -16.42% (rugi)
  • Membeli emas Antam pada 12 Agustus 2020 (Rp 1.026.000 per gram) = -17.15% (rugi)
  • Membeli emas Antam pada 12 Mei 2020 (Rp 903.000 per gram) = -5.87% (rugi)
  • Membeli emas Antam pada 12 Februari 2020 (Rp 774.000 per gram) = 9.82% (untung)
  • Membeli emas Antam pada 12 November 2019 (Rp 741.000 per gram) = 14.71% (untung)
  • Membeli emas Antam pada 12 Agustus 2019 (Rp 749.000 per gram) = 13.48% (untung)
  • Membeli emas Antam pada 12 Mei 2019 (Rp 664.000 per gram) = 28.01% (untung)
  • Membeli emas Antam pada 12 Februari 2019 (Rp 664.000 per gram) = 28.01% (untung)
Kalkulasi di atas belum memperhitungkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan biaya materai Rp 6.000.

Selanjutnya: Berlian merah muda dihargai Rp 375 miliar pada lelang Sotheby's di Jenewa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hasbi Maulana