KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Senin (6/5). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 1.310.000. Harga emas Antam tersebut turun 3.000 dari harga yang dicetak pada Minggu (5/5) yang berada di level Rp 1.313.000 per gram. Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, harga emas Antam mengalami penurunan disebabkan oleh harga emas dunia yang masih berfluktuasi. Berdasarkan Trading Economics, harga emas turun tipis 0,027% ke level US$ 2.320 pada Senin (6/5) pukul 15.20 WIB.
Sutopo mengatakan, sentimen lainnya yang membuat harga emas Antam turun karena pernyataan tegas dari beberapa pejabat Federal Reserve (The Fed) bahwa mereka akan memulai penurunan suku bunga tahun ini. Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp 3.000 Menjadi Rp 1.310.000 Per Gram Pada Hari Ini (6/5) Sehingga berpotensi memperkuat emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil, hal ini menyebabkan investor memilih aset-aset yang lebih berisiko. “Ekspektasi pembatasan suku bunga yang berkepanjangan membebani emas, karena daya tarik aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding) seperti emas ini, akan berkurang seiring dengan kenaikan suku bunga,” kata Sutopo kepada Kontan.co.id, Senin (6/5). Selain itu, Sutopo menuturkan bahwa dalam sepekan ini, harga emas turun lebih dari 1,5% karena optimisme terhadap perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas, yang difasilitasi oleh Mesir. Hal ini mengurangi daya tarik emas sebagai safe-haven. Demikian juga harga emas dalam negeri, terutama Antam diprediksi ke depannya akan diperdagangkan di kisaran Rp 1.315.000 - Rp 1.320.000 per gram. Lebih lanjut, Sutopo memproyeksi bahwa harga emas Antam akan lanjut mengalami penurunan harga ke kisaran Rp 1.300.000 per gram, karena kurs rupiah telah menguat di bawah Rp 16.000 per dolar AS. “Namun, penurunan ini hanya bagian dari koreksi pasar, dalam waktu dekat ada kenaikan tipis sebelum turun lebih jauh ke kisaran Rp 1.250.000 per gram, jika dihitung dengan kurs dolar saat ini hingga bulan Juni,” kata dia.