KONTAN.CO.ID - Harga emas melonjak lebih dari 3% pada Selasa (3/2/2026), bangkit dari posisi terendah hampir satu bulan yang tercapai pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi ketika pelaku pasar bersiap menghadapi minimnya rilis data ekonomi penting pekan ini akibat penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat. Melansir
Reuters, harga emas spot naik 3,7% menjadi US$4.837,16 per ons troi pada pukul 01.20 GMT, setelah sehari sebelumnya menyentuh level terendah hampir satu bulan.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Stabil Selasa (3/2) Pagi: Brent ke US$66,36 dan WTI ke US$62,24 Sebelumnya, logam mulia ini sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$5.594,82 per ons pada Kamis lalu. Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman April melonjak 4,5% ke level US$4.859,30 per ons. Biro Statistik Tenaga Kerja AS (Bureau of Labor Statistics/BLS) pada Senin menyatakan laporan ketenagakerjaan Januari yang sangat dinantikan tidak akan dirilis pada Jumat ini, menyusul penutupan sebagian pemerintah federal. Pemerintah AS mulai mengalami partial shutdown sejak Sabtu setelah Kongres gagal menyepakati pendanaan, termasuk untuk Departemen Tenaga Kerja. Meski Senat telah meloloskan paket belanja pada Jumat, DPR belum melakukan pemungutan suara karena sedang masa reses. DPR dijadwalkan kembali membahas legislasi tersebut pada Senin, dengan pemungutan suara final diperkirakan berlangsung Selasa.
Baca Juga: Ekspor Minyak Venezuela Meroket 800.000 Bph, Kok Bisa? Ketua DPR Mike Johnson menyatakan optimistis penutupan pemerintah akan berakhir dalam beberapa hari ke depan. Di sisi lain, dolar AS masih bertahan di zona penguatan, didorong oleh data ekonomi yang solid serta perubahan ekspektasi kebijakan Federal Reserve, meski kekhawatiran terhadap penutupan pemerintahan tetap membayangi. Penguatan dolar biasanya menekan harga emas karena membuat logam mulia berdenominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Investor saat ini memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga The Fed pada 2026. Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.
Baca Juga: Dolar Bertahan Menguat Selasa (3/2), Didukung Data Ekonomi dan Ekspektasi The Fed Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh pengumuman Presiden AS Donald Trump terkait kesepakatan dagang dengan India, yang memangkas tarif AS atas barang India menjadi 18% dari sebelumnya 50%, sebagai imbalan atas penghentian pembelian minyak Rusia dan pelonggaran hambatan perdagangan.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot melonjak 5,9% menjadi US$84,09 per ons troi, setelah mencetak rekor tertinggi US$121,64 pada Kamis lalu. Platinum naik 3% ke US$2.183,64 per ons troi, setelah sebelumnya menyentuh rekor US$2.918,80 pada 26 Januari, sementara paladium menguat 2,7% menjadi US$1.765,75 per ons troi.