Harga Emas Bergerak Stabil di Awal Pekan, Pasar Menanti Data Inflasi AS



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas bergerak nyaris stagnan pada awal perdagangan Senin (7/9/2026), setelah investor menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) pekan ini.

Data tersebut menjadi salah satu petunjuk penting bagi pasar untuk memperkirakan arah suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Mengutip Reuters, harga emas spot hampir tidak berubah di level US$ 4.424,40 per ons troi pada pukul 00.25 GMT. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun tipis 0,1% menjadi US$ 4.471,60 per ons troi.


Pasar masih menunggu sinyal lebih jelas dari data inflasi AS. Data ketenagakerjaan AS yang dirilis Jumat (4/9) menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja meningkat tajam pada Agustus, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1%.

Baca Juga: Harga Emas Melonjak Lebih dari 2% Usai Data Inflasi AS Lebih Rendah dari Perkiraan

Kondisi ini mengindikasikan pasar tenaga kerja mulai membaik setelah sebelumnya mengalami tekanan.

Data tersebut membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan 15-16 September kembali terbuka. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan tersebut mencapai 58%.

Kenaikan suku bunga cenderung menekan harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga. Sebaliknya, ekspektasi pelonggaran moneter biasanya meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai dan penyimpan nilai.

Karena itu, perhatian pasar selanjutnya tertuju pada data inflasi konsumen (CPI) dan inflasi produsen (PPI) AS yang akan dirilis pekan ini. Data tersebut berpotensi memperkuat atau mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed.

Baca Juga: Harga Emas Tetap Stabil, Pasar Fokus pada Risalah Rapat The Fed

Sentimen terhadap kebijakan suku bunga AS juga mendapat sorotan setelah Presiden AS Donald Trump pada Jumat mengatakan akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang mengalami surplus perdagangan terhadap AS jika The Fed tidak memangkas suku bunga.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot bergerak datar di US$ 66,21 per ons troi. Harga platinum turun 0,7% menjadi US$ 1.807,38 per ons troi, sedangkan palladium melemah 0,4% menjadi US$ 1.393 per ons troi.

Sementara itu, penjualan produk emas Perth Mint pada Agustus turun ke level terendah dalam tiga bulan. Penjualan perak juga merosot lebih dari 31% dibandingkan bulan sebelumnya, menurut laporan pemurni logam mulia tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News