Harga Emas Berpotensi Capai Rp 2,78 Juta per Gram Sepekan ke Depan, Ini Pemicunya



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga logam mulia diprediksi kembali menguat seiring dengan ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Mengutip situs logam mulia, harga emas Antam di level Rp 2.670.000 per gram. 

Sementara berdasarkan Trading Economics, harga emas dunia di level US$ 4.170 per troy ons. 

Analis Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan apabila terkoreksi, support pertama harga emas dunia di US$ 4.100 per troy ons dan logam mulianya (emas Antam) di Rp 2.650.000 per gram dalam sepekan ke depan.


Apabila terkoreksi lagi support kedua diperkirakan di US$ 4.000 per troy ons dan logam mulianya di Rp 2.550.000 per gram. 

Baca Juga: Harga Emas Logam Mulia Berpotensi Capai Rp 2,8 juta per Gram Pekan Ini, Cek Pemicunya

Kemudian, apabila harga emas dunia menguat, resistance pertama di US$ 4.248 per troy ons dan logam mulianya di Rp 2.690.000 per gram.

Jika seandainya kembali menguat, resistance kedua diperkirakan di level US$ 4.348 per troy ons dan logam mulianya di Rp 2.780.000 per gram. 

“Sentimen pekan depan fokus pada geopolitik, kebijakan bank sentral AS, dan supplai dan demand,” ucap Ibrahim, Minggu (5/7/2026).

Dari geopolitik, Ibrahim bilang, pasca perjanjian nota kesepahaman antara AS dan Iran, kondisi Selat Hormuz semakin ramai.

Pasar juga sedang menunggu pertemuan pejabat AS – Iran yang membahas tentang sanksi ekonomi yang dicabut, dimana AS akan mencairkan dana Iran yang sudah lama dibekukan. 

“Ini yang sedang ditunggu pasar. Tapi pasar optimis AS – Iran ada jeda waktu 60 hari untuk gencatan senjata dan kemungkinan besar akan dipermanenkan,” kata Ibrahim. 

Baca Juga: Harga Emas Antam Berpeluang Tembus Rp 3 Juta per Gram Pekan Depan, Ini Sentimennya

Ibrahim menyebut, lancarnya transportasi di Selat Hormuz membuat harga minyak mentah terus mengalami penurunan yang signifikan dan membuat harga emas akan mengalami kenaikan.

Dengan demikian, ada kemungkinan inflasi akan turun sehingga bank sentral kemungkinan tidak menaikkan suku bunga dan hanya mempertahankan suku bunga.

“Kalo melihat kondisi harga minyak mentah mengalami penurunan, ada kemungkinan bank sentral akan menurunkan suku bunga. Ini yang membuat harga emas kembali terbang,” ucap Ibrahim.

Selain itu, Ibrahim melihat momentum penguatan harga emas juga didukung oleh kuatnya permintaan dari bank sentral. Tercatat sampai bulan Mei 2026, bank sentral global sudah melakukan pembelian emas sebesar 41 ton emas.

Di antaranya bank sentral China yang telah membeli 10 ton emas, bank sentral Uzbekistan 9 ton, bank sentral Khazakstan 7 ton, dan bank sentral Singapuran beli 4 ton. 

Baca Juga: Bagaimana Emas Antam Pekan Ini? Ada Peluang Bertahan di Kisaran Rp 3 Juta Per Gram

Artinya bank sentral global pada saat harga emas dunia mengalami pelemahan, melakukan pembelian emas. Ibrahim bilang bahwa bank sentral memproyeksikan Selat Hormuz akan kembali dibuka dan harga – harga menurun. 

“Ada kemungkinan besar harga emas dunia menuju level di atas US$ 5.000 per troy ons sampai akhir tahun,” pungkas Ibrahim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News