Harga Emas Berpotensi Terkoreksi, Investor Perlu Cermati Area Support Ini



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas dunia masih bergerak di level tinggi, tetapi momentum penguatan mulai menghadapi tekanan. Pelaku pasar perlu mencermati potensi koreksi harga emas (XAU/USD) pada perdagangan Kamis (13/8/2026), seiring munculnya sejumlah sinyal pelemahan secara teknikal.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas berada di level US$ 4.408 per troy ons.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit melihat potensi koreksi jangka pendek mulai terlihat meskipun faktor fundamental global masih memberikan dukungan terhadap prospek emas sebagai aset safe haven.


Menurutnya, kondisi teknikal saat ini menunjukkan bahwa momentum kenaikan mulai kehilangan tenaga setelah harga gagal mempertahankan posisi di atas area resistance penting.

“Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan lebih berhati-hati terhadap peluang koreksi sebelum menentukan arah tren berikutnya,” ujar Geraldo dalam risetnya pada Kamis (13/8/2026).

Baca Juga: GOTO Buka Suara Usai Sahamnya Dihapus dari Indeks MSCI

Dalam analisis teknikal Dupoin Futures, emas (XAUUSD) pada time frame H4 menunjukkan sinyal pelemahan setelah terjadi false break di area resistance 4.433. Kegagalan harga untuk bertahan di atas level tersebut menjadi indikasi bahwa tekanan beli mulai berkurang. Sementara aksi jual kembali muncul di area yang sebelumnya menjadi target kenaikan.

“Kondisi seperti ini sering kali menjadi tanda awal bahwa pasar sedang kehilangan momentum bullish dalam jangka pendek,” kata Geraldo.

Geraldo menjelaskan, kegagalan menembus resistance tersebut juga membuka peluang terbentuknya pola Double Top, salah satu pola pembalikan arah yang cukup dikenal dalam analisis teknikal.

Pola tersebut biasanya muncul ketika harga dua kali gagal menembus level tertinggi yang sama. Kondisi ini mengindikasikan kekuatan buyer mulai melemah dan seller berpotensi mengambil alih kendali pasar. Jika pola tersebut terkonfirmasi, peluang koreksi harga emas akan semakin besar.

Baca Juga: MSCI Umumkan Review dan Rebalancing, Begini Respons BEI

Selain potensi terbentuknya Double Top, indikator Stochastic juga mulai memberikan sinyal yang perlu dicermati. Dalam analisis Dupoin Futures, indikator tersebut menunjukkan potensi terbentuknya Bearish Divergence, yaitu kondisi ketika harga masih berada di area tinggi, tetapi momentum pada indikator mulai melemah.

Fenomena tersebut kerap diartikan sebagai sinyal bahwa tren kenaikan mulai kehilangan kekuatan sehingga risiko terjadinya koreksi semakin besar.

Berdasarkan kombinasi sejumlah indikator teknikal tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas (XAUUSD) berpeluang bergerak turun menuju area support 4.359 hingga 4.313.

“Zona tersebut menjadi area penting yang perlu diperhatikan investor karena berpotensi menjadi titik munculnya kembali minat beli apabila tekanan jual mulai mereda,” jelas Geraldo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News