KONTAN.CO.ID - Harga emas menguat pada perdagangan Jumat (3/7/2026) dan bersiap membukukan kenaikan mingguan pertama dalam lima pekan terakhir. Pelemahan data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Baca Juga: Pasar Asia Menanti Arah The Fed, Saham Bergerak Variatif usai Data Tenaga Kerja AS Mengutip
Reuters, harga emas spot naik 0,5% menjadi US$4.144,83 per ons troi pada pukul 00.52 GMT, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 23 Juni. Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus naik 0,8% menjadi US$4.157,50 per ons troi. Secara mingguan, harga emas diperkirakan menguat sekitar 1,2%, menjadi kenaikan mingguan pertama sejak pekan yang berakhir 25 Mei. Kenaikan tersebut didorong oleh data nonfarm payrolls (NFP) dan payroll sektor swasta AS yang lebih lemah dari perkiraan sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan prospek suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama.
Baca Juga: Drama Adu Penalti Bukan Lagi Untung-untungan, Jadi Senjata Baru Tim di Piala Dunia Data Bureau of Labor Statistics menunjukkan ekonomi AS hanya menambah 57.000 lapangan kerja pada Juni, jauh di bawah proyeksi ekonom dalam survei Reuters yang memperkirakan kenaikan 110.000 pekerjaan. Seiring data tersebut, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September sekitar 54%, turun dari 66% sebelum data ketenagakerjaan dirilis, berdasarkan CME FedWatch Tool. Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco, Mary Daly, mengatakan kebijakan moneter AS saat ini masih "sedikit ketat".
Namun, dengan investasi yang sangat kuat di sektor kecerdasan buatan (AI) dan pasar tenaga kerja yang tetap stabil, arah kebijakan The Fed selanjutnya masih belum jelas.
Baca Juga: Aktivitas Sektor Jasa Jepang Kembali Ekspansif pada Juni, Tekanan Biaya Meningkat Sementara itu, World Gold Council melaporkan bank-bank sentral kembali menjadi pembeli bersih emas pada Mei. Berdasarkan data terbaru, cadangan emas resmi global bertambah bersih 41 ton selama bulan tersebut. Di pasar logam mulia lainnya, perak spot naik 0,5% menjadi US$61,28 per ons, platinum menguat 1,1% menjadi US$1.634,30 per ons, sedangkan paladium naik tipis 0,2% menjadi US$1.270,25 per ons. Ketiga logam tersebut juga diperkirakan menutup pekan ini di zona positif.