Harga Emas Bersiap Catat Penurunan Mingguan Jumat (12/6), Pasar Cemas Suku Bunga AS



KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan Jumat (12/6/2026) dan berada di jalur penurunan mingguan, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap inflasi Amerika Serikat (AS) dan potensi kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed).

Melansir Reuters berdasarkan data perdagangan pukul 01.01 GMT, harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 4.200,82 per ons troi. Secara mingguan, logam mulia ini berpotensi mencatat penurunan sekitar 2,8%.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus naik 2,6% ke level US$ 4.222,10 per ons troi.


Baca Juga: Dolar Tertahan Jumat (12/6), Pasar Sambut Positif Peluang Damai AS-Iran

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari enam bulan sebelum akhirnya berbalik menguat setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran dan mengindikasikan peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat.

Trump mengatakan AS dan Iran berpotensi menandatangani perjanjian damai pada akhir pekan ini yang akan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Namun, Iran menegaskan bahwa hingga kini belum ada keputusan final terkait kesepakatan tersebut.

Baca Juga: IPO SpaceX Pecahkan Rekor, Elon Musk Resmi Jadi Triliuner Pertama Dunia

Inflasi AS Jadi Sorotan

Tekanan terhadap harga emas juga datang dari data ekonomi AS.

Data terbaru menunjukkan indeks harga produsen (Producer Price Index/PPI) AS naik lebih tinggi dari ekspektasi pada Mei 2026 dan mencatat kenaikan tahunan terbesar dalam tiga setengah tahun terakhir. Kenaikan tersebut terutama dipicu lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah.

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan sekitar 60% peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember 2026.

Bagi emas, prospek suku bunga yang lebih tinggi menjadi sentimen negatif. Meski emas dikenal sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik logam mulia karena tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen berbunga lainnya.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Jatuh Hampir 3% Kamis (11/6), Trump Batalkan Serangan ke Iran

Permintaan Emas Fisik Tetap Kuat

Di tengah tekanan harga, minat terhadap emas fisik masih menunjukkan tren positif.

Bank terbesar di Singapura, DBS Group, pada Kamis (11/6) mengumumkan akan menawarkan emas fisik yang ditokenisasi kepada investor ritel.

Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya permintaan emas dan ambisi Singapura untuk memperkuat posisinya sebagai pusat perdagangan emas global.

Baca Juga: Piala Dunia Jadi Ajang Duel Nike vs Adidas, Siapa Lebih Unggul?

Logam Mulia Lain Bergerak Variatif

Pergerakan logam mulia lainnya cenderung beragam pada perdagangan Jumat pagi.

  • Harga perak spot turun 0,4% menjadi US$ 67,11 per ons troi.
  • Harga platinum naik 0,3% ke level US$ 1.724,45 per ons troi.
  • Harga palladium menguat 1% menjadi US$ 1.281,75 per ons troi.