Harga Emas Bertahan Saat Gejolak Timur Tengah, Data Ketenagakerjaan AS Jadi Fokus



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas menguat pada hari ini karena investor mempertimbangkan sinyal beragam mengenai potensi perundingan Amerika Serikat (AS)-Iran dan menunggu serangkaian laporan pasar tenaga kerja AS yang akan dirilis minggu ini untuk mendapatkan petunjuk mengenai lintasan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Selasa (4/8/2026) pukul 10.30 WIB, harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi US$ 4.059,81 per ons troi, dengan investor menantikan laporan pasar tenaga kerja AS, termasuk data pembukaan pekerjaan pada hari ini, laporan ketenagakerjaan ADP pada hari Rabu dan angka upah non pertanian pada hari Jumat.

“Emas saat ini berada dalam fase konsolidasi. Jika kita melihat kelemahan di pasar kerja, hal ini dapat menekan dolar AS dan sebagai hasilnya akan ada kenaikan pada emas,” kata Ajay Kedia, direktur Kedia Commodities yang berbasis di Mumbai.


Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran sedang berlangsung, dan memperingatkan bahwa ini adalah “kesempatan terakhir” bagi Teheran untuk menandatangani kesepakatan yang baik untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama lima bulan.

Baca Juga: Jepang Sebut Belanja Militer Bisa Dongkrak Ekonomi, Ini Strateginya

Namun, Iran membantah bahwa perundingan apa pun sedang diadakan atau direncanakan.

Konflik ini telah meningkatkan biaya energi dan memicu kekhawatiran inflasi, yang dapat mendorong bank sentral menaikkan suku bunga untuk mengendalikan tekanan harga.

Meskipun emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung membebani logam tersebut karena tidak menghasilkan bunga.

Para pedagang saat ini memperkirakan peluang 65% kenaikan suku bunga pada bulan September setelah The Fed yang terpecah mempertahankan status quo pada pertemuan kebijakan terakhirnya.

Jika ada pertaruhan untuk pelonggaran kenaikan suku bunga di bulan September, hal ini akan mendukung harga emas, kata Kedia.

Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams mengatakan, ia tetap optimistis bahwa tekanan inflasi akan mereda secara bertahap, namun jika hal ini tidak terjadi, bank sentral AS tidak akan ragu untuk merespons dengan menaikkan suku bunga.

Citi memperkirakan harga emas akan stagnan atau bahkan menurun pada bulan depan, sebelum naik ke US$ 4.500 pada kuartal keempat dan menjadi US$ 5.000 pada paruh pertama tahun 2027.