KONTAN.CO.ID - Harga emas diperkirakan akan terus menanjak hingga tahun depan, dengan proyeksi rata-rata tahunan untuk pertama kalinya menembus US$ 4.000 per troy ounce, menurut jajak pendapat Reuters terhadap 39 analis dan pelaku pasar. Survei itu memperkirakan harga emas rata-rata US$ 3.400 per ons untuk tahun 2025—naik dari proyeksi sebelumnya US$ 3.220 pada Juli. Sementara untuk tahun 2026, para analis kini memperkirakan harga rata-rata US$ 4.275, melonjak tajam dari proyeksi US$3.400 tiga bulan lalu.
Prospek Perak Juga Kian Bersinar
Para analis juga menaikkan proyeksi harga perak, yang kini diperkirakan akan berada pada tingkat rata-rata US$ 38,45 pada 2025 dan US$ 50 pada 2026—naik dari estimasi sebelumnya US$ 34,52 dan US$ 38 pada survei Juli. Sepanjang tahun ini, perak telah melonjak 65%, mencapai rekor tertinggi US$ 54,47 per ons, didorong oleh defisit pasokan dan permintaan kuat dari sektor teknologi surya, kendaraan listrik, dan pusat data berbasis AI. “Perak masih menghadapi defisit pasokan struktural yang akan berlanjut hingga 2026. Komoditas ini unik karena berperan ganda: sebagai aset lindung nilai seperti emas, sekaligus logam industri penting,” ujar Zain Vawda, analis di MarketPulse by OANDA. Menurut para analis, permintaan investasi yang kuat akan terus menjadi faktor utama pendorong kenaikan harga perak, karena banyak investor melihatnya sebagai alternatif yang lebih murah dari emas. Tonton: Purbaya Mau Ubah Skema PPN Emas Perhiasan, Begini Komentar PengamatKonteks Indonesia
- Di Indonesia, laju inflasi tetap terkendali. Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) akan tetap berada dalam kisaran sasaran 1,5%- 3,5% hingga akhir tahun 2025 dan berlanjut pada 2026.
- Data BPS menunjukkan, inflasi tahunan Indonesia pada Juli 2025 tercatat 2,37 % (y-on-y).
- Suku bunga acuan (BI rate) terbaru berada di sekitar 4,75 % setelah kebijakan penurunan untuk mendukung pertumbuhan.
- Berdasarkan Pusat Data Kontan, harga emas domestik juga menunjukkan lonjakan: misalnya, harga jual per gram emas batangan bersertifikat di Indonesia (PT Aneka Logam Indonesia / merek Antam) per 27 Oktober 2025 berada di kisaran Rp 2.327.000/gram.
Implikasi & Tips Untuk Investor Indonesia
- Karena harga emas global diproyeksi sangat tinggi, maka emas domestik bisa jadi lebih mahal dalam rupiah — evaluasi margin premi lokal sebelum membeli.
- Pastikan memonitor nilai tukar USD/IDR karena kenaikan emas global diukur dalam USD, sedangkan investor di Indonesia harus mempertimbangkan dampak rupiah.
- Pertimbangkan emas bukan hanya sebagai spekulasi, tetapi aset lindung nilai (hedge) terhadap inflasi, ketidakpastian global, dan pelemahan mata uang.
- Jangan lupa: logam mulia tidak memberikan kupon atau bunga — keuntungan berasal dari kapital gain dan/atau fungsi lindung nilai.